Selasa, 24 Sep 2019 16:49 WIB

Bikin Mata Pedih, Begini Cara Kerja Gas Air Mata

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Water canon dan gas air mata kerap jadi andalan aparat untuk membubarkan massa demonstran (Foto: Rolando/detikcom)
Jakarta - Tembakan gas air mata mulai mewarnai demo mahasiswa di beberapa wilayah. Efeknya menyebabkan mata perih dan kadang-kadang sampai sesak napas.

Kepada detikcom beberapa waktu lalu, dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia menjelaskan cara kerja gas air mata. Menurutnya, gas tersebut memberikan efek ketika terhirup.

"Semua benda yang terhirup pasti ada efeknya. Kalau pasien yang punya alergi, terhirup akan jadi sesak. Selaput lendir di hidung itu akan bengkak," jelas dr Wisnu.



Ketika terhirup melalui rongga hidung, kandungan gas air mata akan merangsang kelenjar untuk memproduksi air mataa. Salah satunya dengan memicu iritasi.

Dikutip dari berbagai sumber, ada berbagai macam kandungan dalam gas air mata. Di antaranya CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.



Simak Video "Survei FKUI: 48,7% Mahasiswa Kedokteran Mau Jadi Relawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)