ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Sep 2019 18:05 WIB

Alasan Psikologis Kerumunan Massa Rawan Terprovokasi Saat Demo

Firdaus Anwar, Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Potret kericuhan demo mahasiswa di Makassar. (Foto: Ibnu Munsir)
Jakarta - Aksi demo mahasiswa di beberapa daerah mulai ricuh. Polisi mengingatkan agar mahasiswa tak mudah terprovokasi oleh oknum yang hendak membuat kekacauan.

Psikolog Anastasia Satriyo menanggapi mahasiswa yang sedang demo di jalan saat ini tengah mengalami deindividuasi. Keadaan ini membuat seseorang mudah kehilangan identitas individunya dan mulai bergerak sebagai kelompok mudah terbawa suasana.


"Sulit sih, kalo dalam konteks mahasiswa yang sedang demo di jalan ini, mereka mengalami de-individuasi, tidak melihat diri sebagai pribadi. Tapi melihat dirinya sebagai kelompok kolektif, jadi emosinya semakin mudah terpicu," jelas Anastasia pada detikcom, Selasa (24/9/2019).

"Di kerumunan ada the psychology of the crowd expertises ya psikolog sosial. Itu situasi memang cepat memanas dan terbawa suasana," ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh psikolog politik Dewi Haroen. Menurut Dewi agar tidak mudah tersulut provokasi memang sebaiknya mahasiswa yang ikut demo harus mendapatkan persiapan fisik dan mental.

"Namanya di kerumunan, situasi crowd itu sangat mudah berbuah jadi tidak terkendali. Sebelum masuk ke crowd masing-masing harus sudah ada persiapan secara fisik dan mental," kata Dewi saat dihubungi terpisah.



Simak Video "Mindful Demography, Cara Unik Kurangi Overthinking"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT