Kamis, 26 Sep 2019 08:31 WIB

Ikut Demo Butuh Persiapan Mental, Ini Saran Psikolog untuk Hindari Trauma

Michelle Natasya - detikHealth
Foto: Demo massa putih abu-abu di belakang DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom) Foto: Demo massa putih abu-abu di belakang DPR (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Jakarta - Beberapa mahasiswa korban bentrokan yang dibawa ke UGD Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) mengalami histeris. Diketahui bahwa demo kemarin sempat ricuh diliputi dengan aksi saling lempar antara polisi dan mahasiswa.

"Keluhannya kebanyakan pasien datang ke sini kondisinya sesak karena terkena gas air mata itu, terus kemudian pasien histeris ataupun karena mungkin lari larian kejar-kejaran dan ketakutan makanya pasien di sini histeris," kata Kabid Humas RSPP Agus W Susetyo, Selasa (24/9/2019).

Belajar dari ricuh yang tak terduga saat demo kemarin, Linda Setiawati, M. Psi., psikolog dari Personal Growth memberikan tips persiapan yang kamu butuhkan sebelum mengikuti aksi unjuk rasa.

"Bagi yang berencana mengikuti aksi unjuk rasa, maka perlu benar-benar terlebih dahulu memahami tujuan unjuk rasa yang dilakukan dan aturan yang harus diikuti demi meminimalisir kemungkinan terjadinya bentrok atau ricuh," ucapnya.



Selain memahami tujuan dari unjuk rasa, kamu juga harus memahami betul berbagai dampak yang dapat terjadi saat mengikuti aksi unjuk rasa. Seperti dampak terhadap kondisi fisik, mental, dan juga adanya kemungkinan provokasi dari orang lain yang menyebabkan bentrok.

Mempersiapkan rencana atau tindakan juga harus dilakukan apabila bentrok terjadi. Seperti mengetahui kontak PIC yang bertanggung jawab dan tidak lupa mengabari orang-orang terdekat. Jikalau memang tidak siap dengan kondisi terburuk yang terjadi, menurut Linda tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti aksi unjuk rasa.

Dalam wawancara berbeda, menurut psikolog politik Dewi Haroen, agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi harus ada persiapan fisik serta mental sebelum demo. Persiapan fisik yaitu memastikan sudah cukup makan, istirahat, dan minum. Sedangkan, persiapan mental yaitu dengan simulasi komando sehingga barisan aksi dapat terjaga.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)