Kamis, 26 Sep 2019 09:32 WIB

Orang Tua yang Merokok Tingkatkan Risiko Anak Idap Penyakit Jantung

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Asap rokok mengandung banyak senyawa beracun (Foto: Amir Baihaqi) Asap rokok mengandung banyak senyawa beracun (Foto: Amir Baihaqi)
Jakarta - Studi terbaru mengungkapkan bahwa orang tua yang merokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada anaknya kelak, salah satunya adalah fibrilasi atrium. Fibriliasi atrium merupakan aritmia pada jantung di bilik jantung bagian atas yang berdetak secara abnormal dan kontraksi yang tidak teratur.

Dikutip dari WebMD, fibrilasi atrium tidak membahayakan nyawa, namun seiring waktu bisa menyebabkan stroke atau gagal jantung. Menurut Dr Gregory Marcus, peneliti senior dalam studi tersebut, sudah jelas bahwa rokok menjadi salah satu faktor untuk penyakit tersebut.

Dr Marcus dan tim menemukan bahwa terpapar asap rokok sejak kecil atau jadi secondhand smoker dapat meningkatkan risikonya. Para peneliti menggunakan data dari dua studi kesehatan besar yang meninjau keluarga selama dua generasi.



Dari situ, mereka mendapatkan informasi soal kebiasaan merokok para orangtua dan anak-anak mereka yang terpapar asap rokok selama bertumbuh besar. Lebih dari 2.800 anak-anak yang tumbuh dewasa tersebut, 14 persen terdiagnosis fibrilasi atrium.

"Bisa jadi ada sesuatu tentang terpapar sebagai secondhand smoker itu sendiri berkontribusi pada fibrilasi atrium. Secara biologis, itu masuk akal," katanya.

Merokok diduga mengubah atria dengan mengganggu struktur dan fungsi bilik jantung. Hal yang sama bisa terjadi saat jantung yang sedang bertumbuh terpapar asap rokok.

Ditambah lagi, lanjut Dr Marcus, pembuluh darah vena paru yang membawa darah dari paru-paru ke jantung diketahui sangat penting dalam fibrilasi atrium. Sehingga bukan tidak mungkin zat racun yang terserap ke dalam paru-paru, baik perokok aktif maupun perokok pasif, bisa berdampak pada atria.

Pada kesimpulannya Dr Marcus menegaskan bahwa hasil studinya bisa menjadi satu lagi alasan untuk tidak merokok di dekat anak-anak. Dan telah diketahui pula bahwa dalam jangka pendek, orangtua yang merokok bisa membuat anak-anak berisiko asma atau infeksi pernapasan.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)