Jumat, 27 Sep 2019 17:04 WIB

Tentang Santet dan Kaitannya dengan Ilmu Kedokteran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Santet atau ilmu hitam telah dipercaya masyarakat sejak berabad lalu. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Santet atau ilmu hitam telah dipercaya masyarakat sejak berabad lalu untuk mengindikasikan penyakit yang menurut mereka tidak jelas asal muasalnya. Pada beberapa kasus, santet diibaratkan sebagai penyakit 'kiriman'.

Beberapa sumber menyebut santet adalah upaya untuk mencelakai orang lain menggunakan ilmu hitam dengan media seperti rambut, foto, boneka, dupa, kembang, paku, dan sebagainya. Santet juga sering dikaitkan dengan ajang balas dendam kepada orang lain.

Mereka yang kena santet dilaporkan mengalami penyakit yang tidak diketahui penyebabnya, datang tiba-tiba dan bersifat kronis. Bisa juga munculnya benda-benda asing di tubuh seperti rambut, paku, atau benda tajam lainnya, dikaitkan dengan santet.

Dalam keterkaitannya dengan ilmu kedokteran, praktisi kedokteran dan guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebut tidak ada istilah santet dalam medis. Terlepas dari bagaimana benda asing ada di tubuh pasien, tetap harus ditelurusi lebih lanjut.

"Kembali lagi, memang pernah ada kasus tubuh anak yang penuh jarum-jarum, paku, segala macam. Apa itu kena santet atau hal lain, dokter nggak bisa begitu berpikirnya karena itu bisa macam-macam penyebabnya," ujarnya kepada detikcom, Jumat (27/9/2019).


Dokter dan tenaga medis bekerja sesuai pemeriksaan fisik dan penunjang. Dari situ kemudian dilakukan diagnosis atau terapi yang bisa diberikan ke pasien. Jika memang ditemukan ada benda-benda aneh di tubuh pasien, tindakan dokter adalah mengeluarkan benda asing tersebut.

"Kalau bendanya dikeluarkan ya dokter akan mengeluarkan tapi kalau bagaimana benda itu masuk atau gejala itu muncul bisa macam-macam penyebabnya," imbuh dr Ari.

Saat ini, menurutnya, masih banyak masyarakat yang kadang salah kaprah terhadap suatu penyakit. Misalnya muntah darah, kondisi medis yang kerap kali dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis padahal terdapat indikasi tertentu yang menyebabkan seseorang mengalami muntah darah.

"Muntah darah sering disangka karena 'dikerjain', pasien makin lama makin sakit makin kurus nggak mau makan karena 'dikerjain'. Tapi kita nggak bisa kan menyimpulkan demikian," tuturnya.

Muntah darah atau hematemesis memiliki banyak penyebab. Biasanya merupakan hasil cedera, penyakit tertentu, atau penggunaan obat. Dalam kondisi ringan, muntah darah dapat disebabkan oleh:

- Iritasi kerongkongan
- Mimisan
- Sobek di kerongkongan karena batuk kronis
- Menelan benda asing



Simak Video "Cara Sembuhkan Vaginismus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)