Kamis, 03 Okt 2019 11:56 WIB

ODGJ di Banyuwangi Dulu Dipasung, Ada yang Dikira Kena Santet

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Puskesmas Sempu di Banyuwangi melawan stigma orang dengan gangguan jiwa. (Foto: Frieda Isyana Putri) Puskesmas Sempu di Banyuwangi melawan stigma orang dengan gangguan jiwa. (Foto: Frieda Isyana Putri)
Banyuwangi - Eratnya peristiwa mistis membuat Banyuwangi sempat terkenal dengan sebutan Kota Santet. Mitosnya dulu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dianggap jadi korban mendapat kiriman ilmu hitam atau santet.

Menurut Kepala Puskesmas Sempu, Hadi Kusairi, ia mengaku memang pernah mendengar cerita-cerita santet tersebut. Namun demikian di wilayahnya tak ada kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkaitan dengan santet.

"Selama ini untuk yang wilayah Sempu sini ndak ada ya (kaitan mistis dengan ODGJ). Saya denger sih di sana-sini ada ya yang kiriman-kiriman gitu ya, tapi di sini nggak ada kiriman santet begitu," ungkapnya kepada detikcom saat ditemui di Puskesmas Sempu, Banyuwangi, Rabu (2/10/2019).

Menangani ODGJ di Sempu, Hadi dan tim puskesmas membuat inovasi Gardu Keswa atau Gerakan Terpadu Kesehatan Jiwa. Sebelum adanya inovasi ini, Hadi mengakui stigma dan kasus pemasungan ODGJ sudah sangat parah.


"Sebelum Gardu Keswa ini ada banyak pemasungan, stigma-stigma. Nggak karu-karuan sudah," imbuhnya.

Meski begitu, Hadi juga tak mempermasalahkan soal praktek dukun atau pengobatan alternatif, yang ia akui masih cukup banyak. Baginya, memilih ke medis ataupun pengobatan alternatif merupakan pilihan masyarakat, namun ia tetap mensosialisasikan medis pada masyarakat sehingga tak serta-merta melepas begitu saja.

"Ya ada saja (dukun), kan namanya orang upaya ya, kita tidak juga menutup mata, kita juga tidak boleh mengaku bisa menyembuhkan segala-galanya jika terkait dengan penyakit jiwa. Itu kan Tuhan yang menyembuhkan. Mau upaya yang lain terserah masyarakat, tapi secara medis kami tidak boleh membiarkan orang terus berobat ke dukun atau segala macamnya terus melepas sama sekali," imbuh dia lagi.

Dalam Gardu Keswa yang disebut sebagai salah satu inovasi terbaik, masyarakat ODGJ diberdayakan dengan pekerjaan. Kemudian ada kader remaja dan posyandu jiwa yang melibatkan para ODGJ yang sudah sangat stabil, dan juga keluarganya.

Tak hanya mengandalkan terapi kimia melalui obat-obatan, puskesmas Sempu juga menitikberatkan soal sisi psikologis. Termasuk lingkungan yang tidak kalah pentingnya, karena jika sudah membaik dan dibiarkan tidak ada aktivitas, risiko kekambuhan sudah pasti akan meningkat.



Simak Video "Terapi Seni, Solusi Alternatif bagi Pengidap Gangguan Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)