Senin, 30 Sep 2019 16:41 WIB

Menkes: 33 Orang Meninggal di Wamena, 2 di Antaranya karena Sakit

Michelle Natasya - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Kerusuhan di Wamena, Papua, menelan banyak korban jiwa. Salah satunya almarhum dr Soeko Marsetiyo, seorang dokter yang telah mengabdikan diri 15 tahun di Papua.

Berdasarkan laporan dari tim kesehatan Papua yang disampaikan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, sejauh ini terdapat 31 korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena. Sebanyak 5 orang diantaranya meninggal di rumah sakit, sedangkan 26 orang meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.

"Ada 14 korban kerusuhan yang masih dalam perawatan. Sedangkan 22 orang dirujuk ke Jayapura. Sebanyak 62 orang sudah ditangani dan dipulangkan, yang meninggal di rumah sakit 5 orang, yang pra rumah sakit 26," kata Nila dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa ada 33 orang meninggal dalam kerusuhan di Wamena. Terkait data tersebut, Menkes menyampaikan penjelasan.

"Ada 2 meninggal karena sakit. Kita harus sebut karena sakit sebab belum tentu (karena kerusuhan-red), jadi benar ya total 33 orang," sambungnya.



Menkes juga menyampaikan bahwa saat ini kondisi di Wamena sudah mulai kondusif. Meskipun sempat beredar informasi beberapa dokter minta dievakuasi, Menkes menginformasikan sebanyak 31 orang tenaga kesehatan memilih untuk tetap di Wamena dan mengabdikan dirinya.

"Tenaga kesehatan itu tugasnya untuk kemanusiaan. Kita tidak lihat siapa mereka, musuh ataupun teman, wajib kita tolong. Tugas kita adalah menolong," pungkas Menkes.



Simak Video "Menkes Minta Masyarakat Indonesia Berkaca dari Lonjakan Corona India"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)