Potret tersebut menggambarkan kondisi miris jumlah perokok muda di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 persentase perilaku merokok di kalangan remaja sebesar 9,1 persen, meningkat dari Riskesdas 2013 yakni 7,2 persen.
Pemerhati kesehatan dr Amalia Usmaianti yang akrab disapa dr Amel menyebut hal ini bisa terjadi salah satunya karena ketidakpedulian keluarga terhadap perilaku anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak ini ngerokok bisa karena kesempatan, merasa enggak diawasi. Padahal ini dululah yang diperbaiki, kesehatan," lanjut dokter yang juga pernah mengabdi di Papua lewat program Nusantara Sehat ini.
Pada akhirnya pecah kericuhan antara pelajar dan polisi di belakang gedung DPR. Polisi berupaya memecah massa dengan menembakkan gas air mata.
(fds/up)











































