Selasa, 01 Okt 2019 14:20 WIB

Sejarah Gas Air Mata, Dulunya Senjata Perang Kini untuk Bubarkan Demo

Firdaus Anwar - detikHealth
Pedemo bertahan dari gas air mata saat berunjukrasa di depan Gedung DPR RI. (Foto: Muhammad Ridho) Pedemo bertahan dari gas air mata saat berunjukrasa di depan Gedung DPR RI. (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Demo yang berujung ricuh selama beberapa hari ini membuat polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Efeknya bisa dirasakan selama beberapa hari bahkan setelah massa membubarkan diri dan kerusuhan mereda.

Terkait hal tersebut tahukah kamu bahwa gas air mata sebetulnya sudah lama dikenal, tepatnya sejak zaman Perang Dunia Pertama (PD I). Dikutip dari The Atlantic gas air mata pertama dipakai sebagai senjata oleh Perancis untuk menghalau tentara Jerman.

Saat itu fungsi gas air mata kurang lebih sama yaitu untuk mengacaukan barisan musuh. Tentara yang terpapar dipaksa untuk keluar dari parit tempat mereka berlindung sambil menangis, kulit teriritasi, dan muntah-muntah.


Gas air mata kemudian digunakan secara luas oleh beberapa negara pada perang dunia kedua (PD II). Gas air mata populer karena efektif menurunkan moral lawan dan dianggap tidak melanggar perjanjian internasional.

Hingga pada tahun 1920-an pimpinan militer Amerika Serikat, Amos Fries, mengembangkan teknologi agar gas air mata bisa digunakan untuk mengendalikan massa dan kriminal. Ia mendekati pengacara dan pebisnis untuk membuat pasar komersial gas air mata lewat media.

Sejak saat itu gas air mata terus berkembang dengan formula zat kimia yang berbeda-beda. Sebagian zat tidak lagi digunakan karena terlalu beracun.

"Gas yang disebut CS dan OC saat ini digunakan hampir di seluruh dunia. OC adalah oleum capsicum (minyak cabai), bahan aktif dalam semprotan lada mengandung capsaicin, produk alami yang sangat menyengat. Sementara CS mengandung bahan kimia bernama 2-chlorobenzalmalononitrile, agen yang bisa mengaktifkan reseptor rasa sakit," kata ahli farmasi Sven-Eric Jordt dari Yale University School of Medicine seperti dikutip dari National Geographic.

"Ada agen lain yang dulu juga pernah digunakan tapi tidak lagi karena toksisitasnya. Gas CN pernah digunakan di perang Vietnam di terowongan-terowongan Vietcong," lanjutnya.

Gas air mata dari awal kehadirannya telah dirancang dengan berbagai bentuk mulai dari pistol, granat, lilin, pentung, kaleng, bahkan pulpen.



Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)