Rabu, 02 Okt 2019 07:19 WIB

Di Banyuwangi, Ada 'Lomba Balita Kurang Gizi' untuk Berantas Gizi Buruk

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Lomba bayi kurang gizi dilakukan dengan menghitung peningkatan berat badan anak. (Foto: Thinkstock) Lomba bayi kurang gizi dilakukan dengan menghitung peningkatan berat badan anak. (Foto: Thinkstock)
Banyuwangi - Aspek kesehatan di Banyuwangi menjadi salah satu perhatian khusus yang sedang terus ditingkatkan. Salah satunya dengan melakukan inovasi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tiap puskesmas.

Salah satunya yang cukup unik adalah kegiatan 'Lomba Balita Kurang Gizi' dari inovasi SIRAMI GIZI (Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi) yang dicanangkan oleh Puskesmas Singotrunan.


"Itu salah satu kegiatan dari inovasi SIRAMI GIZI (Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi) dari Puskesmas Singotrunan di kota. Salah satu kegiatan yang unik adalah mereka punya lomba balita kurang gizi. Di mana-mana lomba balita itu lomba balita sehat ya, tapi ini lomba kurang gizi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, saat acara media briefing di Banyuwangi, Selasa (1/10/2019).

Pria yang lebih akrab disapa dr Rio ini menjelaskan sebenarnya lomba balita kurang gizi ini bukan melombakan kekurangan gizinya. Dalam prosesnya, puskesmas akan mendeteksi kemudian mendata balita-balita kurang gizi yang ada di tempat kerjanya, lalu diberikan intervensi berupa makanan tambahan.

Dalam mengidentifikasi dan mendata itu puskesmas turun langsung melalui tangan tangan yg ada di puskesmas. Contohnya posyandu dan kemudian ada kader-kader kesehatan.

"Dan evaluasinya mereka dikumpulkan tiap bulan di puskesmasnya, kemudian ditimbang. Bagi mereka yang progres kenaikan beratnya paling banyak dia yang menang. Yang kenaikannya paling banyak artinya mereka yang usahanya paling baik, ibunya ini," pungkas dr Rio.



Simak Video "Secercah Harapan Kesehatan di Perbatasan Indonesia-Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)