Rabu, 02 Okt 2019 12:58 WIB

Waduh! Mesin Cuci Rentan Disarangi Bakteri Resisten terhadap Obat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi mesin cuci. Foto: thinkstcok Ilustrasi mesin cuci. Foto: thinkstcok
Jakarta - Sudah hampir semua masyarakat menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaiannya. Tentu saja karena mesin cuci memudahkan pekerjaan manusia. Namun baru-baru ini, ada sesuatu yang baru ditemukan oleh penelitian soal mesin cuci.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mesin cuci cukup rentan disarangi bakteri yang resisten terhadap obat-obat tertentu. Para peneliti menggambarkan kasus unik di mana mesin cuci dikaitkan dengan penyebaran bakteri yang resisten terhadap obat pada bayi baru lahir di Jerman.

Para peneliti melakukan tes pada bayi baru lahir dan menemukan bakteri resisten obat yang dikenal sebagai Klebsiella oxytoca, bakteri yang menyebabkan infeksi serius. Dokter mengira bakteri itu berpindah dari petugas kesehatan ke ibu bayi tersebut, namun ternyata setelah melakukan beberapa pengujian, mereka menemukan bahwa sumbernya adalah mesin cuci yang berada di luar fasilitas binatu pusat rumah sakit.



dr Ricarda Schmithausen, dokter senior di Institute for Hygiene and Public Health at University Hospital Bonn di Jerman sekaligus peneliti utama penelitian ini mengatakan bahwa kasus ini sangat tidak biasa terjadi pada mesin cuci di rumah tangga. Penelitian ini memiliki implikasi khususnya pada mesin cuci dengan hemat energi yang menggunakan suhu air lebih rendah karena lebih kecil kemungkinannya untuk membunuh bakteri.

Namun para ahli mengatakan orang-orang tidak perlu khawatir soal mesin cuci yang menyimpan bakteri. Menurut dokter spesialis penyakit menular dan seorang sarjana senior di The Johns Hopkins Center for Health Security, dr Amesh Adalja, mesin cuci memang dirancang hanya untuk menghilangkan kotor dan bau pada pakaian.

"Mereka (mesin cuci -red) tidak dirancang untuk membuat pakaian Anda steril. (Mesin cuci) tidak menjadi cukup panas untuk membunuh setiap bentuk kehidupan yang ada di pakaian," katanya dikutip dari Live Science.

dr Amesh menambahkan, lagipula bakteri di pakaian rata-rata tidak berbahaya. Sebagian besar tidak menyebabkan masalah bagi kesehatan manusia.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)