Kamis, 03 Okt 2019 17:37 WIB

Curhat Dokter Papua, Lebih Seram di Jakarta karena Demo di Mana-mana

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Demo di Jakarta (Foto: Muhammad Ridho) Demo di Jakarta (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Setelah kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah di Papua, banyak orang yang menjadi takut untuk berkunjung ke sana. Bahkan kejadian tersebut menimbulkan kesimpangsiuran bahwa akan banyak tenaga kesehatan yang tidak ingin ditugaskan di Papua lantaran khawatir kerusuhan kembali terjadi.

Lalu, bagaimana kondisi sebenarnya? Diceritakan oleh spesialis kejiwaan dari RS Schoolo Keyen Papua Barat, dr Rizky Aniza Winanda, SpKJ, tanah Papua sebenarnya sangat aman dan warga Papua ramah pada pendatang. Kemarin ketika terjadi kerusuhan, tenaga medis pun tetap bersemangat untuk turun melayani masyarakat.

"Sudah setahun 3 bulan di Papua. Pada saat rusuh pun orang Papua justru melindungi pendatang dan staf rumah sakit juga memberikan rasa aman dan kenyamanan," katanya kepada media melalui teleconference, Kamis (3/10/2019).



dr Aniza menyebut sejak Agustus sampai sekarang, kondisi di beberapa wilayah Papua sangat aman, kondisif, stabil. Pemberitaan saat ini menurutnya terlalu berlebihan, menganggap Papua menyeramkan terlebih setelah kejadian itu.

"Memang berbeda sekali kalau lihat di berita dan secara langsung. Malah saya rasa lebih seram di Jakarta dengan demo di mana mana. Apalagi kerusuhan di saat ini," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh spesialis mata dari RS Dok II Jayapura, dr Wendy Lewerisa, SpM yang sudah bekerja selama kurang lebih 26 tahun di Papua. Sampai saat ini ia melihat masyarakat di pedalaman Wamena sangat terbantu dan senang dengan kehadiran dokter.

"Kami betah disini cuma yang harus diperhatikan keamanan untuk pelayanan. Banyak sekali kasus menarik yang bisa di gali di Papua. Saya senang bisa melayani dan jadi dekat dengan masyarakat," pungkas dr Wendy.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)