Jumat, 04 Okt 2019 09:12 WIB

Cerita Dokter Jiwa di Papua Barat: Banyak Pemilik Kios Trauma

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kondisi di Wamena pada hari Rabu (2/10/2019). Foto: Saiman-detikcom Kondisi di Wamena pada hari Rabu (2/10/2019). Foto: Saiman-detikcom
Jakarta - Spesialis kejiwaan dari RS Schoolo Keyen Papua Barat, dr Rizky Aniza Winanda, SpKJ, menuturkan pasca rusuh di Wamena, banyak yang mengalami gangguan penyesuaian dan stres akut terutama mereka yang kiosnya dirusak dan dijarah. Perhimpunan dokter kejiwaan di sana pun telah mengantisipasi peningkatan tersebut dengan mengirim psikiater ke daerah-daerah yang paling terdampak.

"Dari segi keilmuwan kami memang sudah membayangkan betapa akan meningkatnya kasus trauma dan dari perhimpunan kami memang cukup disibukkan karena banyak yang mengalami trauma," tuturnya kepada media melalui teleconference, Kamis (3/10/2019).

"Tapi yang perlu kita ingat bukan hanya pendatang yang mengalami trauma tetapi dari orang asli Papua sendiri pun ada yang dievakuasi karena mereka merasa tidak aman di tempat mereka," sambungnya.


Meski demikian, pendekatan untuk penanganan memang tidak mudah karena isunya sangat sensitif. Hal sederhana seperti menggunakan kata "pendatang" dan "orang asli Papua" pada saat memberikan pelayanan akan terkesan menciptakan jarak.

"Dalam penanganan trauma perlu diperhatikan sendiri pelayanan dan pelayanan yang diberikan kepada mereka tetap sama. Kejadian di Wamena kita harus membagi perasaan, jangan sampai terprovokasi. kita nggak sendiri kok. kita merasakan kesedihan yang sama," tambahnya.

Sebelumnya Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan Kementerian Kesehatan telah menurunkan tim trauma healing untuk memberikan pelayanan psikologis yang intensif kepada korban khususnya pada anak dan remaja yang sangat rentan mengalami tekanan.

"Kita memberikan pelayanan bukan hanya kepada mereka yang sakit dan atau dirawat tetapi juga kepada masyarakat yang mengalami, menyaksikan dan melihat tetapi tidak memerlukan perawatan kesehatan secara fisik," pungkas Anung.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)