Sabtu, 05 Okt 2019 16:07 WIB

dr Zaidul Akbar Masih Nikmati Mie Instan, Begini Caranya

Rosmha Widiyani - detikHealth
dr Zaidul Akbar masih menikmati mie instan dengan syarat tertentu. Foto: Dok. Pribadi dr Zaidul Akbar dr Zaidul Akbar masih menikmati mie instan dengan syarat tertentu. Foto: Dok. Pribadi dr Zaidul Akbar
Jakarta - Kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia hampir tidak lepas dari mi atau mie instan. Usia tua dan muda hampir pasti pernah terpapar mie instan aneka bentuk dan merk.

Mie instan yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak umumnya punya izin edar di Indonesia. Namun sebagai makanan cepat saji, dampak buruk mie instan tentu sudah diketahui masyarakat umum. Dengan kondisi ini, apakah mie instan tetap baik dikonsumsi?

"Mie instan halal tapi tidak thayyib. Maksud thayyib adalah menimbulkan masalah di kemudian hari. Terlalu banyak makan mie instan pasti suatu saat menimbulkan masalah," kata dr Zaidul Akbar yang menggagas Jurus Sehat Rasulullah (JSR) pada detikcom ditemui di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi.


Menurut dr Zaidul, mie instan bisa tetap dimakan tapi jangan berlebihan. Ukuran berlebihan berbeda pada tiap orang, karena itu dr Zaidul mengingatkan tidak ada bejana yang lebih buruk daripada perut manusia. Porsi makanan di perut manusia hanya sepertiga, sisanya untuk air dan udara.

Selain tidak terlalu sering, dr Zaidul juga menyarankan selektif memilih merk mie instan yang akan dikonsumsi. Sebelum mengkonsumsi, pastikan membaca komposisi mie instan yang tercetak dalam kemasan. Dari situ bisa diketahui, apakah mie instan mengandung terlalu banyak bahan kimia.

"Saat ini mie instan ada beberapa yang masih saya konsumsi, tapi dilihat dulu bahan komposisinya. Makanan ini masuk asupan yang dikonsumsi saat-saat tertentu, misal saat kangen rasanya mie instan," kata dr Zaidul.



Simak Video "Jalani Hidup Sehat dengan Iman ala Dokter Zaidul Akbar"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)