Minggu, 06 Okt 2019 06:31 WIB

Round Up

Viral Curhat Soal 'Dokter Busuk', Kualitas Dokter Kembali Dipertanyakan

Michelle Natasya - detikHealth
Kualitas dokter kerap dibanding-bandingkan dengan di luar negeri (Foto: iStock) Kualitas dokter kerap dibanding-bandingkan dengan di luar negeri (Foto: iStock)
Jakarta - Influencer bernama Andra Alodita membagikan trauma dan kekecewaan personalnya terhadap medis di Indonesia berdasarkan pengalaman medis yang ia jalani dari tahun 2008-2014 selama di Jakarta. Ia pun akhirnya memilih untuk berobat ke Penang, Malaysia.

Curhatan Alodita pun 'disemprot' oleh seorang dokter yang juga pemain harpa, Mesty Ariotejo. Menurutnya, pengalaman pribadi Alodita tidak bisa merepresentasikan pelayanan dokter dan kesehatan di seluruh Indonesia.

Saat detikcom mencoba untuk mengetahui lebih jelas soal curhatan Alodita, postingan curhatan tersebut sudah dihapus. Dalam akun Instagramnya, hanya tersisa permintaan maaf dan klarifikasi dari Alodita.

Mengomentari hal ini, guru besar sekaligus dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Ari Fahrial Syam menyebut kekecewaan terhadap medis bisa terjadi di manapun. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di negara-negara maju sekalipun.

"Nah, ini kan namanya kekecewaan, setiap orang bisa kecewa. Tapi harus tahu juga namanya pelayanan kesehatan di mana-mana juga bisa seperti itu. Di Singapura, Malaysia, bahkan Amerika saja banyak dokter yang dituntut. Artinya ini suatu hal yang bisa terjadi di mana-mana," kata dr Ari saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/10/2019).



Sudah tak asing memang mendengar cukup banyak orang Indonesia yang memilih untuk berobat di luar negeri seperti Malaysia ataupun Singapura. Terkait hal ini, dr Ari mengatakan bahwa alasan orang-orang memilih berobat ke luar negeri bisa berbeda-beda. Tapi, bukan berarti kualitas medis di Indonesia buruk.

"Bisa juga dia berobat di sana karena merasa lebih nyaman, tenang, tidak terganggu. Jadi ini kita harus lihat dulu," kata dokter Ari.

Yang pasti, dr Ari mengatakan bahwa kualitas medis Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Bahkan, dalam beberapa kasus Indonesia berhasil menyaingi negara-negara luar.

Banyak dokter-dokter Indonesia yang justru jadi pengajar di luar negeri. Dokter Ari juga menambahkan banyak dokter Indonesia yang pernah memimpin organisasi Asia bahkan dunia.

"Saya juga sebagai chairman Medical Dean Network se-ASEAN. Ya menurut saya, kami dipilih bukan asal. Jadi menurut saya kualitas kita sudah sama dengan luar negeri. Kita tuh sebenarnya sudah sama atau bahkan beberapa keadaan ini kita melebihi. Cuma ya kurang promosi," jelas dr Ari.



Menurut dokter Ari, kekecewaan yang dirasakan Alodita sah-sah saja. Namun, tidak bisa dengan satu kekecewaan lalu menggeneralisasi bahwa semua dokter di Indonesia sama.

"Indonesia merupakan negara yang luas dengan penduduk yang banyak dan terpisah-pisah. Kualitas grading dokter juga bervariasi. Jadi bisa saja kebetulan bertemu dengan dokter yang kualitasnya kurang," pungkasnya.



Simak Video "Komitmen Ikatan Dokter Indonesia di HUT ke-69"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)