Senin, 07 Okt 2019 06:47 WIB

Telanjur Cocok dengan Ranitidin, Harus Bagaimana Setelah Ditarik BPOM?

Michelle Natasya - detikHealth
Kalau telanjur cocok menggunakan ranitidin untuk mengatasi asam lambung, disarankan konsultasi ke dokter atau apoteker (Foto: Shutterstock) Kalau telanjur cocok menggunakan ranitidin untuk mengatasi asam lambung, disarankan konsultasi ke dokter atau apoteker (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM) RI mengeluarkan rilis terkait penarikan beberapa produk ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Sebanyak 1 produk sudah diperintahkan untuk ditarik dan 4 produk lainnya dengan sukarela ditarik oleh produsen.

Produk yang diperintahkan untuk ditarik yaitu Ranitidine berbentuk cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Phapros tbk. Sedangkan, yang sukarela ditarik produsen yaitu Zantac cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin sirup 75 mg/5mL keluaran PT Global Multi Pharmalab, Indoran cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Indofarma, dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/mL keluaran PT Indofarma.

Lalu bagaimana jika anda sudah terlanjur merasa cocok dengan produk Ranitidine yang sudah ditarik oleh BPOM?

Ahli pencernaan yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Ari Fahrial Syam menyarankan pengguna untuk berkonsultasi ke dokter guna mencari obat pengganti.



"Saya menyarankan untuk pengguna ranitidin berkonsultasi ke dokter untuk mencari pengganti. Karena obat pengganti ranitidin sebagai obat penekan produksi asam lambung masih banyak misal obat penghambat pompa proton seperti omeprazole dan lain-lain," jelas dr Ari saat dihubungi detikcom, Senin (7/10/2019).

Ranitidin adalah obat yang umum digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus. Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama maka dapat bersifat karsinogenik.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)