Selasa, 08 Okt 2019 14:21 WIB

Rencana Malaysia Legalkan Ganja Medis Ungkit Kisah Lama tentang Fidelis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Malaysia berencana legalkan penanaman ganja untuk medis. (Foto: thinkstock) Malaysia berencana legalkan penanaman ganja untuk medis. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Malaysia berencana melegalkan penanaman ganja untuk keperluan pengobatan. Tentunya dengan berbagai persyaratan dan izin khusus yang harus dipenuhi. Kabar ini mengungkit kisah lama tentang Fidelis, seorang pria di Kalbar yang dipenjara karena menanam ganja untuk mengobati istrinya.

Pertengahan 2017, Fidelis Arie Sudarwoto diadili karena kepemilikan 39 batang tanaman ganja di Sanggau, Kalimantan Barat. Kala itu Fidelis divonis 8 bulan penjara dan denda Rp 800 juta.

Ketika menjalani persidangan Fidelis mengaku punya pembelaan yang mendasar yakni untuk mengobati sang istri, Yeni Riawati. Ekstrak ganja ditanam Fidelis untuk meredakan penyakit langka syringomyelia atau kista di sumsum tulang belakang yang diidap istrinya.

Namun sayang, alasannya ditolak hakim dan Yeni akhirnya menghembuskan napas tepat 32 hari setelah Fidelis ditangkap BNN (Badan Narkotika Nasional).

Fidelis tahu perbuatannya melanggar hukum. Tapi Fidelis juga tahu ekstrak ganja membuat kondisi istrinya berangsur membaik. "Mama mulai lancar berkomunikasi kembali. Kita jadi sering berbagi cerita kembali. Mama banyak mengingat kenangan-kenangan yang pernah kita lalui bersama," ujar Fidelis dalam pledoinya.

Pada saat itu, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek memberikan komentar yang menegaskan bahwa belum ada kajian tentang khasiat ganja untuk kesehatan. Ganja murni zat adikitif dan tidak ada manfaat pengobatan.



"Ganja itu zat adiktif, kalau itu dipakai, kalau itu dibenarkan, artinya kita membenarkan memakai ganja. Jadi enggak bisa. Belum ada bukti. Di dunia pun juga tidak membuktikan ada manfaat," pungkas Menkes kepada detikcom.

Sekarang Fidelis telah selesai menjalani hukumannya dan bisa menghirup udara bebas. Ia menerima putusan hakim walau dengan keadaannya pada waktu itu, ia bahkan tak bisa menengok istrinya yang sedang dirawat.

Penasehat Hukum Fidelis, Marcelina Iin menyampaikan Fidelis dijemput oleh keluarga dan teman-temannya dari lapas pada siang hari tadi. Tujuan pertama Fidelis selepas dari pengapnya bui adalah pusara sang istri.

"Mereka ke lapas, lalu teman-teman bawa Fidelis ke makam istrinya, untuk berdoa di sana," kata Marcelina.

Penelitian soal ganja telah dilaporkan oleh National Academies of Science, Engineering, and Medicine dengan judul 'Efek Kesehatan dari Cannabis dan Cannabinoid, Koresponden Asia' menulis bahwa kanabis sangat efektif dalam mengobati nyeri kronis serta mual yang terkait dengan kemoterapi dan muntah pada pasien kanker.



Simak Video "Kini Dilegalkan di Kanada, Apa Dampak Ganja untuk Kesehatan?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)