Rabu, 09 Okt 2019 13:38 WIB

Ashanty Didiagnosis Autoimun, Ini 10 Penyakit Autoimun yang Umum Diidap

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ashanty didiagnosis autoimun, ini 10 penyakit autoimun yang umum diidap Foto: Palevi/detikHOT Ashanty didiagnosis autoimun, ini 10 penyakit autoimun yang umum diidap Foto: Palevi/detikHOT
Jakarta - Awalnya, Ashanty hanya menemani sang suami, Anang Hermansyah, untuk melakukan check-up ke RSPAD Gatot Subroto. Namun ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya didiagnosis dengan penyakit autoimun.

"Diagnosa awal kaget banget, aku kena 'auto immune' sesuatu yg ngga pernah saya bayangkan, denger nya aja serem.. googling aja tadi ngeri2 banget.." tulis Ashanty di Instagramnya seperti dikutip detikcom pada Rabu, (9/10/2019).

Ashanty mengaku sering sulit tidur, sakit kepala, mudah lupa, cemas, mudah stres, hingga terlalu banyak pikiran. Ia khawatir dan takut setelah mencari tahu informasi terkait penyakit autoimun.

Autoimun adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan aktivitas tidak normal atau berlebihan pada sistem imun. Maka dari itu dampaknya tubuh bisa menyerang dan merusak jaringannya sendiri.

Masih belum jelas penyakit autoimun apa yang diidap oleh Ashanty. Berikut contoh 10 penyakit autoimun yang sering diidap seperti dirangkum dari WebMD:



1. Rheumatoid arthritis

Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menempel pada lapisan sendi. Sel-sel sistem kekebalan tubuh kemudian menyerang sendi hingga menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri. Kondisi ini disebut dengan rheumatoid arthritis.

Jika tidak segera diobati, penyakit autoimun ini secara bertahap akan menyebabkan kerusakan sendi permanen. Untuk perawatannya, dapat mencangkup berbagai obat oral atau injeksi yang dapat mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh.

2. Lupus

Lupus atau lupus erythematosus sistemik dapat terjadi saat antibodi yang dihasilkan oleh tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Beberapa jaringan tubuh yang umumnya terkena lupus seperti sendi, ginjal, paru-paru, sel darah, saraf, dan kulit.

Orang yang mengalami penyakit autoimun lupus dapat mengalami beberapa gejala, seperti demam, berat badan menurun, rambut rontok, kelelahan, muncul ruam, nyeri atau bengkak pada sendi serta otot, sensitif terhadap sinar matahari, sakit dada, sakit kepala, dan kejang.

3. Penyakit radang usus (IBD)

Penyakit autoimun ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan usus hingga menyebabkan diare, pendarahan dubur, buang air besar yang mendesak, sakit perut, demam, dan penurunan berat badan. Dua bentuk utama dari IBD yaitu kolitis ulserativa dan penyakit crohn. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat penekan kekebalan oral dan injeksi.

4. Multiple sclerosis (MS)

Pada kondisi autoimun ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf hingga menyebabkan berbagai gejala yang mencangkup rasa sakit, kebutaan, kelemahan, koordinasi yang buruk, dan kejang otot. Hal ini juga dapat menimbulkan kerusakan yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Untuk menangani penyakit autoimun ini, dapat menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.

5. Diabetes melitus tipe 1

Penyakit autoimun ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh atau antibodi yang menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin (hormon yang dibutuhkan untuk mengontrol kadar gula darah) di pankreas.

Akibatnya, tubuh tidak dapat menghasilkan insulin, sehingga kadar gula darah menjadi tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi penglihatan, ginjal, saraf, dan gusi. Penderita diabetes ini membutuhkan suntikan insulin yang rutin agar dapat bertahan hidup.

6. Sindrom Guillain-Barre

Penyakit autoimun ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf yang mengendalikan otot-otot di kaki, lengan, hingga tubuh bagian atas. Cara pengobatan utamanya dengan memfilter darah dalam tubuh dengan prosedur yang disebut dengan plasmapheresis.

7. Polineuropati demielinasi inflamasi kronis (PDIK)

Penyakit autoimun ini hampir serupa dengan guillain-barre yaitu menyerang saraf di CIDP. Namun yang membedakan adalah lama waktu bertahan gejalanya. Sekitar 30 persen pasien yang mengidap penyakit autoimun ini harus berada di atas kursi roda karena terlambat didiagnosis sejak awal.

8. Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat, sehingga menumpuk dipermukaan kulit. Aktivitas sistem kekebalan tubuh merangsang sel-sel kulit untuk bereproduksi dengan cepat hingga menyebabkan kulit menjadi kemerahan, lebih tebal, bersisik, muncul bercak putih keperakan, dan dapat menyebabkan gatal serta nyeri pada kulit.

9. Penyakit graves

Pada penyakit autoimun ini, sistem kekebalan tubuh atau antibodi merangsang kelenjar tiroid untuk melepaskan kelebihan hormon tiroid ke dalam darah (hipertiroidisme). Penyakit autoimun ini ditandai dengan gejala seperti mata melotot, penurunan berat badan, gugup, cepat marah, detak jantung yang cepat, lemah, dan rambut rontok. Untuk mengobati penyakit autoimun ini, bisa menggunakan obat-obatan untuk menghancurkannya dan mengangkat kelenjar tiroid melalui operasi.

10. Tiroiditis Hashimoto

Tiroiditis Hashimoto adalah penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh berbalik melawan dirinya sendiri dan menyerang tiroid. Hal ini menyebabkan rusaknya kelenjar tiroid secara bertahap dan dalam jangka panjang.

Kadar hormon tiroid yang rendah berkembang biasanya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Gejalanya meliputi kelelahan, sembelit, kenaikan berat badan, depresi, kulit kering, dan sensitif terhadap dingin. Untuk memulihkan keadaan, bisa dengan mengkonsumsi pil hormon tiroid sintetis secara rutin.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)