Rabu, 09 Okt 2019 15:44 WIB

Fakta di Balik Kabar Viral Remaja Tewas Usai Masturbasi 56 Kali

Firdaus Anwar - detikHealth
Kisah remaja tewas karena masturbasi beredar di Facebook. (Foto: Tangkapan layar Facebook) Kisah remaja tewas karena masturbasi beredar di Facebook. (Foto: Tangkapan layar Facebook)
Jakarta -

Di media sosial ada beredar cerita viral menyebut ada seorang remaja dari Portland, Amerika Serikat, meninggal dunia karena terlalu banyak masturbasi. Jerome Carpenter disebut mengalami serangan jantung usai 56 kali masturbasi tanpa henti.

Dikutip dari halaman pencari fakta Snopes, kabar kematian remaja karena masturbasi tersebut adalah cerita hoax alias bohong yang sudah lama beredar.

Ada banyak kejanggalan yang ada pada cerita mulai dari foto yang digunakan hingga penyebab kematiannya. Berikut fakta-faktanya:


1. Muncul tahun 2014

Kabar remaja meninggal karena masturbasi terlalu banyak sudah ada sejak tahun 2014, dipopulerkan oleh situs berita satire. Kala itu disebut ada anak laki-laki yang meninggal karena masturbasi 46 kali berturut-turut, bukan 56 kali.

2. Foto tak berkaitan

Pencarian gambar menunjukkan foto di dalam artikel remaja meninggal karena masturbasi juga pernah muncul untuk menunjukkan korban kejadian penembakan di Detroit tahun 2013. Dua kejadian tersebut sama sekali tidak berhubungan.

3. Masturbasi tak sebabkan serangan jantung

Beberapa studi kasus memang melihat bahwa aktivitas seksual yang intens dapat menyebabkan serangan jantung. Namun hal tersebut hanya terjadi pada orang-orang yang sudah memiliki faktor risiko seperti usia lanjut, hipertensi, dan sebagainya.

Nah dalam hal ini menurut seksolog Ian Kerner, masturbasi bukan aktivitas seksual yang menuntut fisik.

4. Ejakulasi pria tak bisa berkali-kali

Meski seorang pria bisa mengalami orgasme dan ejakulasi beberapa kali, namun bukan berarti hal tersebut bisa terjadi terus menerus tanpa henti. Dikutip dari healthline, ada waktu 'istirahat' yang dibutuhkan organ intim sebelum bisa kembali ejakulasi.

"Bagi yang masih muda waktu istirahat ini mungkin pendek, hanya beberapa menit. Tapi semakin tua biasanya akan butuh waktu lebih lama mulai dari 30 menit, beberapa jam, bahkan hingga beberapa hari," tulis artikel yang ditinjau oleh dokter James Keith Fisher dari South Central Regional Medical Center.



Simak Video "Kocak! Viral Facial 'Peletak Peletok' yang Bikin Pasien Histeris"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)