Jumat, 11 Okt 2019 08:33 WIB

Tips Nonton Joker Tak Termakan Stigma Buruk Gangguan Jiwa

Michelle Natasya - detikHealth
Tidak semua ODGJ akan berperilaku seperti Joker. Foto: Dok. YLBHI Tidak semua ODGJ akan berperilaku seperti Joker. Foto: Dok. YLBHI
Jakarta - BPJS Kesehatan disomasi oleh beberapa organisasi dan komunitas peduli kesehatan jiwa terkait postingannya yang mengaitkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas mental (PDM) dengan tokoh penjahat, Joker. BPJS Kesehatan telah mencabut postingan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi.

Selain mensomasi, Yeni Rosa, Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat, juga menyampaikan kekhawatirannya terkait film Joker yang menurutnya dapat menambah stigmatisasi lebih lanjut terhadap gangguan jiwa. Selain itu, ia juga khawatir film Joker dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa ODGJ berbahaya sehingga harus dijauhi dan pantas mendapat perlakuan tidak baik.

Yeni berpesan bagi masyarakat untuk bersikap kritis dalam melihat film ini. Ia berharap masyarakat tidak langsung mengasosiasikan bahwa semua orang dengan gangguan jiwa itu sama seperti Joker.


"Untuk menjadi orang jahat tidak perlu punya gangguan jiwa. Ada banyak orang-orang jahat di dunia ini yang tidak mengalami gangguan jiwa, yang melakukan banyak kejahatan dengan berbagai alasan," ucap Yeni.

Menurut Yeni, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) justru jauh lebih sering menjadi korban kekerasan daripada menjadi pelaku kejahatan. Hanya saja, media jarang memuat berita ODGJ yang menjadi korban kekerasan dan diskriminasi.





Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)