Jumat, 11 Okt 2019 09:11 WIB

Ingin Pasang Behel? Ini Saran Dokter Gigi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pemasangan behel atau kawat gigi. Foto: thinkstock Ilustrasi pemasangan behel atau kawat gigi. Foto: thinkstock
Jakarta - Behel atau bracket gigi masih ramai digunakan oleh sebagian orang. Mereka biasa menggunakannya untuk memperbaiki susunan gigi atau membenarkan bentuk rahang yang dapat mempengaruhi bentuk wajah.

Namun, memasang behel tidak boleh sembarangan. Harus dengan orang yang memang ahli dalam bidang tersebut karena butuh berbagai perhitungan yang tepat.

"Behel gigi itu sebenarnya ada ahli yang mengerjakannya. Karena dalam pemasangannya, banyak yang harus diperhatikan seperti tumbuh kembang rahang dan gigi. Keduanya harus diperhitungkan keadaannya," jelas dr Eva Fauziah, drg, SpKGA(K) pada detikcom di Jakarta, Kamis (10/10).

Ia mengatakan, dalam pemasangan behel ini tidak boleh asal tempel. Harus mengetahui bagaimana hubungan antara gigi dan rahangnya, terutama lem yang digunakan untuk merekatkan behel tersebut.


"Makanya nggak disarankan untuk pasang behel di tukang gigi, yang mungkin tidak punya pengalaman yang mumpuni di bidang itu. Para ahli juga sudah melarang orang-orang untuk pasang behel ataupun periksa gigi di sana. Kita tidak tahu lem dan bracket itu dari bahan apa dan bahaya tidak untuk tubuh," ujarnya.

dr Eva mengungkapkan, jika pasang di dokter gigi yang merupakan ahlinya memang jauh lebih mahal. Hal itu karena bahan-bahan yang digunakan terjamin aman, khusus, dan berkualitas baik.

Namun, saat ini juga banyak beredar di online shop ataupun media sosial yang menjual aneka macam bracket dengan harga yang sangat murah. dr Eva terus mengedukasi masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih dan menggunakan bracket.

"Kami para dokter gigi terus menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli bracket atau behel yang banyak beredar di online shop dan media sosial. Menggunakan bracket bukan hanya untuk trend semata, namun memang untuk kebutuhan kesehatan, terutama gigi, mulut , dan rahang," tuturnya.



Simak Video "Ini Dia Rapor Merah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)