Senin, 14 Okt 2019 12:10 WIB

BPOM Akhirnya Tarik Obat Maag Ranitidin, Ini Tanggapan Ahli Kanker

Michelle Natasya - detikHealth
Kepala BPOM Penny K Lukito menarik peredaran obat maag ranitidin. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth) Kepala BPOM Penny K Lukito menarik peredaran obat maag ranitidin. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi, distribusi, dan peredaran semua produk obat maag ranitidin. Keputusan ini berkaitan dengan temuan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dalam pemakaian jangka panjang dikaitkan dengan risiko kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, K-HOM, memberikan tanggapan terkait keputusan BPOM tersebut. Menurutnya, langkah BPOM sudah tepat.

"Ini kan udah ditarik semua supaya bisa dibersihin semua, dibuang. Jadi berikutnya datang lagi masuk pasaran sudah dalam kondisi bersih dan aman. Nanti mungkin ada aturan ketat gimana supaya terbebas dari cemaran itu. Jadi sebenarnya ditarik ini sih udah beres ya. Tentunya bahan apapun yang bisa sebabkan penyakit ya sebaiknya ditarik," kata dokter Aru saat dihubungi detikcom, Senin (14/10/2019).


Dokter Aru menambahkan, seharusnya masyarakat tak perlu cemas. Sebab, cemaran ini sebenarnya ada di mana-mana. Banyak produk makanan olahan yang mengandung cemaran NDMA dalam kadar yang rendah. Cemaran ini bersifat karsinogenik hanya jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama.

"Sebenarnya kemungkinan untuk jadi kankernya ini kecil. Karena kalau konsumsi ranitidin juga kan gak lama dan ga banyak juga. Tapi ya saya setuju kalau ini ditarik," pungkas dokter Aru.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)