ADVERTISEMENT

Rabu, 16 Okt 2019 17:15 WIB

Kasus Bunuh Diri Makin Ramai, Psikolog Sebut Faktor Perkembangan Zaman

Firdaus Anwar - detikHealth
Penggunaan media sosial bisa jadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan jiwa. (Foto: iStock)
Jakarta - Di media tampaknya semakin sering kasus-kasus bunuh diri dilaporkan terjadi, beberapa bahkan pada tokoh publik. Kasus bunuh diri yang terbaru memakan korban artis Korea Selatan, Sulli eks f(x).

Terkait hal tersebut psikolog klinis dewasa Linda Setiawati dari Personal Growth mengaku memang melihat ada kecenderungan semakin ramai orang berkonsultasi masalah kejiwaan. Ia sendiri dalam sebulan bisa sampai menangani dua klien dengan kecenderungan bunuh diri.

"Dari diskusi dengan teman-teman psikolog yang lain memang ada kaya jumlah yang semakin meningkat. Ada berbagai faktor, mungkin karena dulu juga masyarakat belum terlalu aware sama kesehatan mental," kata Linda saat ditemui detikcom di klinik Personal Growth, Meruya, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).


Berbagai faktor yang muncul seiring perkembangan zaman disebut-sebut Linda bisa jadi mengapa semakin ramai orang mengalami masalah kejiwaan hingga cenderung ke arah bunuh diri.

Penggunaan media sosial contohnya dulu mungkin belum terlalu tinggi namun sekarang seseorang bisa sampai tidak lepas dari ponsel untuk mengetahui berita terkini lingkaran sosial dunia mayanya. Hal ini sudah dilihat oleh berbagai studi dapat berdampak negatif bagi kesehatan jiwa.

"Faktor pengasuhan orang tua juga misalnya. Dulu orang tua berjuang, masih zaman susah jadi struggling mendidik (anak -red) supaya jadi anak yang kuat. Nah semakin ke sini saya sendiri merasa ada faktor pengasuhan yang orang tua ingin anaknya 'baik-baik' terus," ungkap Linda.

"Padahal di satu sisi kalau anak hidupnya mulus saja, ketika menghadapi kegagalan satu saja nah itu bisa ngefek," pungkasnya.



Simak Video " KuTips: Simak Tips Mengontrol Episode Bipolar Disorder!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT