Rabu, 16 Okt 2019 19:10 WIB

Ini 4 Mitos Umum dari Bleaching Gigi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Senyum putih yang berkilau tidak hanya membantu meningkatkan kepercayaan diri, tapi juga menunjang penampilan. Untuk mendapatkannya, prosedur pemutihan gigi masih populer dan paling diminati.

Namun, masih ada sejumlah mitos dan kesalahpahaman tentang pemutihan gigi ini. Seperti misalnya memutihkan gigi dianggap dapat merusak gigi secara permanen hingga dari segi keuangan terkesan boros.

Berikut ini adalah 4 mitos yang paling umum tentang pemutihan gigi yang dikutip dari Times of India.


1. Pemutih yang dijual bebas sama bagusnya dengan di klinik

Sejumlah penelitian menemukan bahwa natrium klorit yang merupakan bahan aktif pada sebagian besar produk pemutih gigi yang dijual bebas, secara signifikan dapat mengurangi kekerasan pada gigi. Hal ini disebabkan karena adanya asam dan membuatnya rentan mengalami pengikisan di permukaan gigi.

Selain itu, ketidakjelasan komposisi bahan kimia yang ada di dalam produk pemutih gigi yang dijual bebas akan sangat berisiko. Beberapa di antaranya mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk zat beracun yang dapat membakar gusi dan merusak gigi.

2. Jadi tidak bisa menikmati kopi

Setelah melakukan pemutihan gigi, pasien disarankan untuk menghindari minuman ataupun makanan yang dapat menyebabkan pewarnaan, seperti kopi dan anggur. Namun itu tidak untuk selamanya atau permanen. Dokter gigi merekomendasikan untuk menghindarinya hanya untuk beberapa hari pertama setelah perawatan. Ini karena pori-pori pada gigi seseorang tetap terbuka pada periode tersebut yang disebabkan oleh reaksi kimia.

3. Dapat membuat gigi paling putih

Efektivitas prosedur pemutihan gigi sebenarnya bervariasi antara pasien satu dan lainnya. Hal ini tergantung pada jenis noda, ketebalan enamel, struktur gigi, dan usia dari pasien. Untuk itu, agar mendapatkan hasil yang diharapkan, dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi. Ini dilakukan agar prosedur yang dilakukan tepat.

4. Buat gigi lemah dan sensitif

Mitos yang beredar pada sebagian orang mengatakan, pemutihan gigi dapat menyebabkan gigi menjadi lemah dan lebih sensitif. Ternyata ini salah. Sebenarnya, hal tersebut merupakan sejumlah risiko potensial, termasuk iritasi gusi atau bahkan kerusakan saraf. Namun hal itu bisa diatasi jika melakukan pemutihan gigi dengan tenaga ahli gigi yang profesional.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa teknologi pemutihan gigi terbaru, seperti gel pemutih yang diaktifkan oleh laser dioda dapat mengurangi bahkan menghilangkan risiko tersebut.



Simak Video "Ini Dia Rapor Merah Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)