Jumat, 18 Okt 2019 15:10 WIB

Penurunan Angka Stunting Indonesia di Masa Pimpinan Menkes Nila Moeloek

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Menkes Nila Moeloek berusaha menyelesaikan masalah stunting. (Foto: Ferdian Zikran 20detik) Menkes Nila Moeloek berusaha menyelesaikan masalah stunting. (Foto: Ferdian Zikran 20detik)
Jakarta - Turunnya angka prevalensi stunting di tahun 2019 membuat peringkat stunting Indonesia ada di level menengah. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani stunting.

Sepanjang masa kepemimpinan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek, angka prevalensi stunting sudah turun sekitar 10 persen. Pada tahun 2013 silam, angkanya mencapai 37 persen yang setara dengan Ethiopia. Kini sudah ada di angka 27,67, yakni turun sebanyak 3,1 persen dari 30,8 di tahun 2018.


"Memang intervensi stunting ini ada dua macem, yang terkait dengan Kemenkes, dan yang terkait dengan sanitasi, air bersih. Semenjak diambil alih oleh Presiden dan Wakil Presiden ini jadi sangat baik," kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Bambang Widianto pada acara Soft Launching Prevalensi Stunting Tahun 2019 di Kementerian Kesehatan, Jumat (18/10).

Bambang juga mengatakan bahwa angka stunting dapat turun dengan cepat karena adanya 5 pilar. Salah satunya adalah pemimpin teratas yang langsung turun tangan.

"Yang kedua, ubah perilaku yang harus dikampanyekan. Yang ketiga, pilar konvergensi, kemudian ketahanan pangan, dan monitoring," ujarnya.



Simak Video "Kemesraan Menkes Terawan dengan IDI Bicara Soal JKN"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)