Minggu, 20 Okt 2019 14:00 WIB

Ariel Tatum Juga Mengalami, Kenapa Bisa Muncul Keinginan Bunuh Diri?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dorongan untuk bunuh diri bisa dilatarbelakangi oleh depresi (Foto: Thinkstock) Dorongan untuk bunuh diri bisa dilatarbelakangi oleh depresi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Keinginan bunuh diri kerap muncul ketika seseorang mengalami depresi dan tidak tertangani dengan baik. Menyusul artis Korea, Sulli eks member f(x), yang ditemukan bunuh diri, artis belia Ariel Tatum juga mengaku pernah mencoba bunuh diri.

Depresi kerap mengawali dorongan untuk bunuh diri. Perasaan sedih dan tertekan yang berlarut-larut bisa mengubah emosi dan perilaku seseorang dan mendorongnya untuk berbuat nekat.

"Saat depresi, kita fokus pada perasaan negatif. Bisa perasaan tidak berdaya lagi, hilang harapan, perasaan 'kok kita kayaknya lebih banyak sakitnya'. Itu bisa menjadi pemicu, bunuh diri sebagai salah satu cara mereka untuk keluar dari masalah," kata Linda Setiawati, seorang psikolog klinis dari Personal Growth.

Dengan makin maraknya kasus bunuh diri yang mencuat ke permukaan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. Semakin dini mengenali kecenderungan tersebut, semakin banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Biasanya kita akan menemukan perubahan jika memang ada kecenderungan depresi atau misalnya keingingan bunuh diri, paling mudah kalau kita bicara tentang mood-nya. Dari yang tadinya mereka bisa senang, ketawa, have fun bareng-bareng kalau lagi do something yang menyenangkan, jadi nggak gitu enjoy ya," terang Linda.

Psikolog Linda Setiawati menjelaskan kaitan depresi dan bunuh diri.Psikolog Linda Setiawati menjelaskan kaitan depresi dan bunuh diri. Foto: 20detik




Selengkapnya tentang depresi dan bunuh diri bisa disimak dalam video berikut:

[Gambas:Video 20detik]




(up/up)