Selasa, 22 Okt 2019 11:36 WIB

Waduh! Orang yang Kerja Shifting 33 Persen Lebih Mudah Terkena Depresi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi bekerja shifting di malam hari. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi bekerja shifting di malam hari. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Tidak semua pekerja memiliki jam kerja normal dari jam 9-5 dan dari Senin hingga Jumat. Ada pula pekerjaan yang menuntut karyawannya untuk bekerja secara bergantian atau shifting.

Sayangnya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Exeter di Inggris menemukan bahwa orang-orang yang kerja shifting, baik di malam hari maupun jadwal yang bervariasi lainnya lebih mungkin untuk memicu masalah mental.

Peneliti memeriksa data dari tujuh penelitian yang diterbitkan sebelumnya tentang jadwal kerja dan kesehatan mental yang melibatkan total 28.438 peserta. Dan didapat bahwa orang yang bekerja shifting memiliki kemungkinan 28 persen untuk terkena masalah mental dibandingkan orang yang bekerja normal.



"Kita tahu bahwa pekerja shifting mengubah ritme sirkadian tubuhnya, yaitu siklus normal tidur-bangun dan siklus pagi-malam. Dengan adanya gangguan pada siklus normal dapat membuat orang berubah suasana hatinya dan mudah marah, dan juga bisa membuat dirinya terisolasi dari sosial karena waktu kerjanya yang tidak cocok dengan waktu kerja teman dan keluarganya," kata peneliti utama, Luciana Torquati dikutip dari Reuters.

Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang bekerja shifting lebih mungkin 33 persen terkena depresi. Juga lebih mudah mengembangkan gangguan kecemasan.

Yang mengejutkan, wanita lah yang menjadi paling rentan. Dibandingkan dengan wanita yang bekerja di jam normal, wanita yang bekerja shifting lebih rentan hingga 78 persen terkena masalah mental.

Dengan hasil penelitian tersebut, Torquati menyarankan untuk semua pekerja shifting harus paham dan menyadari bahwa jam kerja mereka dapat menimbulkan dampak tidak baik bagi kesehatan mental.

"Otak Anda diprogram untuk tidur pada malam hari sebagai cara memulihkan dari segala hal yang diproses pada waktu siang. Jika dibalik, saat siang hari otak akan memberitahu Anda ini waktunya untuk bangun dan memroses segala informasi," pungkasnya.





Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)