Rabu, 23 Okt 2019 09:00 WIB

Beda Lho dengan Sedih Biasa, Jangan Ngaku-ngaku Depresi kalau Tidak Periksa

Michelle Natasya - detikHealth
Jangan remehkan depresi dan penyakit mental lainnya (Foto: Getty Images) Jangan remehkan depresi dan penyakit mental lainnya (Foto: Getty Images)
Jakarta - Menyusul popularitas film Joker dan kematian mendadak Sulli f(x), belakangan isu terkait kesehatan mental menjadi perhatian khusus. Baik Joker maupun Sulli memiliki kesamaan yaitu dilatarbelakangi kondisi depresi.

Menurut ahli kejiwaan, dr Yaniar Mulyantini, SpKJ, dari Poli Psikiatri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, depresi merupakan salah satu jenis dari mental illness.
Depresi biasanya dicirikan dengan perubahan perasaan menjadi lebih sedih, murung, putus asa, tidak semangat, kesepian, dan mulai menarik diri dari lingkungan.

"Ini sifatnya bukan sesaat, bisa berlangsung setiap hari dalam waktu setidaknya dua minggu atau sebulan. Jadi kalau murung atau sedih cuma satu atau dua hari, ini belum bisa dikategorikan depresi. Jadi kita harus bedakan," terang dokter Yaniar beberapa waktu lalu.



Meskipun begitu, dokter Yaniar mengingatkan bahwa setiap orang bisa memiliki gambaran yang berbeda-beda ketika depresi. Tidak melulu sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan.

Oleh sebab itu, mencari bantuan profesional menjadi penting. Hindari self diagnosed hanya dengan membaca di internet.

"Hal paling penting adalah cari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater. Jangan self diagnosed, karena belum tentu juga. Perlu cari pertolongan kalau merasa ada yang salah dengan diri," pungkasnya.



Simak Video "Hati-hati! Nyinyir di Medsos Tanda Kamu Kurang Empati"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)