Rabu, 23 Okt 2019 17:10 WIB

Siklus Menstruasi Tidak Teratur? Bukan Berarti Kamu Hamil

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Beberapa hal ini bisa menjadi penyebab siklus menstruasi tidak teratur. Foto ilustrasi: Istock Beberapa hal ini bisa menjadi penyebab siklus menstruasi tidak teratur. Foto ilustrasi: Istock
Jakarta - Sebagian wanita pasti pernah mengalami siklus menstruasinya tidak teratur. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin tidak mendapatkan periodenya hingga berbulan-bulan. Mungkin penyebabnya masih menjadi sebuah pertanyaan. Sampai-sampai ada yang berpikiran apakah hamil? Padahal tidak selalu begitu.

Menurut para ahli, hamil memang menjadi salah satu penyebab tertundanya masa menstruasi. Tetapi, ada beberapa alasan lain yang bisa membuat siklus 'tamu bulanan' kamu tidak datang tepat pada waktunya.

Dikutip dari Times of India, beberapa alasan ini mungkin bisa menjawab berbagai pertanyaan kaum wanita tentang siklus menstruasi yang kacau.


1. Menggunakan alat kontrasepsi (KB)

Kebanyakan orang berpikir, jika menggunakan alat kontrasepsi atau KB bisa membuat menstruasi lebih teratur. Tetapi, untuk wanita yang menggunakan pil KB, biasanya siklusnya akan terganggu. Jenis kontrasepsi lainnya, yaitu IUD juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat dan tidak teratur sesuai jadwalnya.

2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia suburnya. Penderita PCOS mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.

Keadaan hormon androgen seperti ini bisa mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong yang berisi cairan. Akibatnya, sel telur tidak dapat berkembang dengan sempurna dan tidak bisa dilepaskan secara teratur. Beberapa gejala PCOS antara lain peningkatan kadar testosteron dan berat badan yang naik.

3. Stres

Saat wanita stres, hormon dalam tubuh akan kacau dan mempengaruhi siklus menstruasi. Perubahan hormon ini juga dapat mempengaruhi bagian otak yang bekerja untuk mengatur siklus tersebut. Stres juga dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan yang ujungnya akan mengacaukan siklus 'bulanan' kamu.

4. Berat badan turun

Wanita dengan gangguan makan seperti anoreksia nervosa, kemungkinan akan mengalami keterlambatan siklus menstruasi. Jika berat tubuh 10 persen kurang dari berat ideal, dapat membuat fungsi tubuh dan siklus ovulasi terganggu. Untuk memperbaikinya, mulai program untuk menambah berat badan agar kembali ke normal.

5. Diabetes atau tiroid

Diabetes atau tiroid juga dapat dikaitkan dengan permasalahan ini. Tiroid dapat membuat menstruasi tidak teratur. Bahkan penyakit ini dapat menghentikan siklus menstruasi hingga berbulan-bulan atau disebut dengan amenore.



Simak Video "Hmm.. Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)