Rabu, 23 Okt 2019 19:07 WIB

dr Terawan Jadi Menkes, Ini Tanggapan Ahli Kesehatan Masyarakat

Rosmha Widiyani - detikHealth
Foto: dr Terawan (Andhika Prasetia/detikcom) Foto: dr Terawan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Posisi menteri kesehatan (menkes) kini ditempati dr Terawan, yang memiliki latar belakang sebagai praktisi dalam bidang klinis. Dengan latar tersebut, dokter biasanya lebih banyak berkutat dengan usaha pengobatan (kuratif)

Terkait hal ini, ahli kesehatan masyarakat Prof Hasbullah Thabarany memiliki pendapatnya sendiri. Terutama soal anggapan pemerintah lebih fokus pada usaha kuratif dibanding pencegahan (preventif).

"Saya berharap tidak ada lagi dikotomi preventif, promotif, dan kuratif. Semua sama pentingnya. Kuratif adalah preventif, misal ada pasien TBC diobati maka usaha ini juga mencegah penularan penyakit pada lingkungan sekitar," kata Prof Hasbullah pada detikcom di kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).



Selain itu, upaya preventif dan kuratif adalah bagian dari belanja kesehatan bersama promotif. Prof Hasbullah menyinggung belanja kesehatan Indonesia yang terendah dalam 40 tahun. Hal ini dibandingkan dengan negara lain yang memiliki tingkat ekonomi sama, misal Thailand dan Vietnam.

Saat ini, Indonesia hanya menyisihkan 1,5 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) untuk belanja kesehatan. Dengan PDB Rp 16 ribu triliun, jumlah tersebut setara sekitar Rp 200 triliun. Menurut Prof Hasbullah, belanja kesehatan yang ideal adalah 3,2 persen PDB atau sekitar Rp 480 triliun.

Jumlah ideal tersebut bisa dikejar bila ada kenaikan belanja dari sektor publik yaitu pemerintah pusat, daerah, dan BPJS Kesehatan.

"Kalau tidak ada kenaikan, kita sulit bersaing dengan negara lain. Dengan ada uang kualitas layanan makin baik, akses juga tersedia semakin luas untuk seluruh masyarakat. Belanja kesehatan adalah investasi jangka panjang. Dengan investasi yang baik, maka daya tahan dan kesehatan semakin juga makin berkualitas," kata Prof Hasbullah.

Prof Hasbullah yakin, dr Terawan bisa mengatasi hambatan dalam peningkatan anggaran belanja kesehatan. Dengan porsi anggaran belanja yang makin baik, Indonesia punya peluang meningkatkan daya saing.



Simak Video "Dokter Terawan Jadi Menkes, IDI Hargai Keputusan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)