Minggu, 27 Okt 2019 09:00 WIB

Serba-serbi Payudara Prostetik, Diminati Pasien Kanker dan Wanita Berpayudara Kecil

Widiya Wiyanti - detikHealth
Payudara prostetik biasa digunakan untuk pasien kanker payudara. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Payudara prostetik biasa digunakan untuk pasien kanker payudara. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Jika mendengar tangan atau kaki prostetik merupakan hal biasa dan sudah banyak beredar di Indonesia. Namun bagaimana jika payudara yang dibuat prostetik dan terlihat sangat mirip dengan aslinya?

Desy Pujiarsi, seorang ibu rumah tangga yang mencoba membuat payudara prostetik untuk membantu pasien-pasien kanker payudara yang sudah kehilangan satu atau dua payudaranya. Bukan hanya itu, wanita yang memiliki ukuran payudara kecil dan ingin terlihat besar juga bisa menggunakannya.

"Jadi ada yang beli yang pesan itu sepasang kanan kiri untuk. Ya nggak tahu ya mungkin untuk lucu-lucuan, pria tapi pakai kostum wanita mungkin. Ini pesannya ukuran besar," katanya kepada detikcom.

"Ada juga yang payudaranya masih ada tapi ukurannya kecil. Nah dia ingin untuk acara-acara tertentu dia bisa pakai ditambah dengan payudara prostetik ini supaya terlihat lebih besar dari ukurannya," lanjut Desy.


Perawatan payudara prostetik harus benar-benar diperhatikan karena biasanya hanya bertahan untuk 2-3 tahun. Semakin tidak dirawat dengan baik, maka payudara prostetik bisa bertahan lebih sebentar dari normalnya.

"Bagaimanapun ini kan silikon, silikon itu seperti karet lama-lama bisa rusak, dan nggak boleh kena alkoholol nanti bisa rusak," jelasnya.

Payudara prostetik ini juga harus dibersihkan setiap selesai pemakaian untuk menghindari adanya kuman yang menempel. Desy menyarankan untuk mencucinya dengan menggunakan sabun non-alkohol.

"Misalnya sabun cuci piring atau sabun bayi, dilap kering ditaruh lagi di kotak plastik atau ditempel di kertas roti biar nggak lengket biar nggak kotor," imbuhnya.


Ternyata ada beberapa payudara prostetik yang berbeda teknik penggunaannya. Perajin payudara prostetik, Desy Pujiarsi mengatakan, ada payudara prostetik yang hanya diselipkan di dalam bra dan ada pula yang ditempelkan langsung pada kulit dada.

"Kalau yang di pasaran seperti ini pertama dia bentuknya tidak natural, terus nggak lengket jadi dia penggunaanya itu diselipkan pada bra. Keluhan dari penggunanya kalau mereka beraktivitas posisinya berubah, itu yang bikin nggak nyaman," tuturnya.

Sementara payudara prostetik yang penggunaannya ditempel langsung pada kulit, seperti yang dibuat Desy, disebut lebih nyaman digunakan karena saat beraktivitas atau berolahraga sekalipun, posisi payudara prostetik tidak berubah-ubah.

Bahkan Desy menambahkan, payudara prostetik yang ditempel beratnya hampir sama dengan payudara asli sehingga mengurangi risiko pegal-pegal dibandingkan payudara prostetik yang diselipkan.

"Kalau dia pakai yang tidak attach (menempel -red) atau ringan, misal dia pakai payudara prostetik dari kain itu tidak ada beratnya, itu risikonya malah pegal-pegal karena nggak ballance," tambah Desy.

Untuk pasien kanker payudara boleh menggunakannya minimal satu bulan pasca operasi, atau setidaknya hingga luka operasinya mengering.

"Karena ini (payudara prostetik -red) kan nempel, nah cara bukanya pasti agak ketarik dikit, takutnya kalau belum sembuh nanti sakit dan ada risiko infeksi jadi dia harus benar-benar sembuh dan kering lukanya, satu bulan minimal," pungkasnya.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)