Senin, 28 Okt 2019 16:40 WIB

Awas Hoax! Tak Terbukti Atasi Stroke, Jari Ditusuk Jarum Malah Berbahaya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Hoax tusuk jarum sembuhkan stroke. (Foto: ilustrasi detikHealth)
Jakarta - Menusuk jari dengan jarum oleh sebagian masyarakat masih dianggap metode penyembuhan yang ampuh untuk meringankan bahkan menyembuhkan stroke. Bahkan bukan hanya jari, bagian tubuh lain pun ada yang ditusuk dengan harapan bisa sembuhkan stroke.

Dijelaskan oleh spesialis neurologi dari RS Ciptomangunkusumo, Dr dr H Al Rasyid, SpS(K), menusuk jari dengan jarum bukan cara yang bijak untuk menangani stroke. Bahkan cara ini bisa menyebabkan stroke makin parah.

"Kenapa masyarakat melakukannya karena mereka pengin instan. seperti stroke, mereka ingin cepat sembuh tapi sebenarnya itu anggapan yang sangat salah," katanya saat ditemui di daerah Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).


"Menusuk jari itu kan nyeri dan sakit ya. Tensinya yang tinggi bisa makin tinggi lagi, bisa menambah. Tensi yang tinggi pada pasien stroke bisa menyebabkan perburukan strokenya," sambungnya.

Belum lagi risiko infeksi yang timbul jika jarum yang dipakai tidak steril. Sebaiknya memang pengidap stroke harus dibawa ke rumah sakit secepatnya untuk mendapat penanganan golden hour.

"Ditusuk kan kita nggak tahu steril apa tidak. (Kalau tidak) bisa menyebabkan infeksi nantinya. Masa iya stroke tambah infeksi lagi?" ucapnya.

Pasien stroke berpeluang lebih besar untuk sembuh bila penanganannya tidak lebih dari 4,5 jam. Periode mulai dari serangan pertama hingga mendapat penanganan inilah yang disebut golden period atau golden hour.



Simak Video "Mengenal CrossFit, Olahraga yang Digemari Ashraf Sinclair"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)