Senin, 28 Okt 2019 17:00 WIB

Bipolar Disorder, Gangguan Mental yang Diidap Marshanda Sejak 2009

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Artis Marshanda didiagnosis mengidap bipolar II sejak tahun 2009. (Foto: Palevi S/detikFoto) Artis Marshanda didiagnosis mengidap bipolar II sejak tahun 2009. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta - Bipolar Disorder atau gangguan bipolar dapat ditandai dengan perubahan mood yang ekstrem. Istilah ini mengacu pada suasana hati penderitanya yang dapat berganti secara tiba-tiba.

Bipolar ini juga diidap oleh salah satu artis Indonesia, Marshanda. Ia telah didiagnosis mengidap penyakit ini sejak 2009 lalu dan sempat menjalani opname.

Gangguan bipolar atau dikenal dengan manik depresi merupakan penyakit mental yang serius. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menghancurkan kehidupan, karir, bahkan mendorong seseorang untuk bunuh diri.


Penyebab dari gangguan ini masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, seperti adanya ketidakseimbangan dalam pemancar saraf di otak dan riwayat genetik.

"Ini tergantung hormonal dan neurokimia di otaknya. Ada tidaknya ketidakseimbangan di antara keduanya. Bisa juga karena trauma masa lalu, genetik atau turunan, atau terpicu oleh konflik tertentu," jelas Prof Dr dr Syamsul Hadi, SpKJ (K), psikiater dari RSUD Dr Moewardi Surakarta, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada faktor risiko tinggi yang menyebabkan bipolar, yaitu stres tinggi dan pengalaman traumatik seperti bullying yang dialami Marshanda. Keadaan ini bisa terjadi pada siapapun, pria maupun wanita. Namun, yang paling umum diidap pada rentan usia 15-25 tahun.


Gejala

Pada setiap orang, gejala yang muncul akan berbeda-beda. Beberapa dari mereka mengalami perubahan suasana hati yang tidak stabil dan depresi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Seseorang juga dapat mengalami keadaan bipolar campuran. Ia akan merasakan gembira, 'terkurung', dan gelisah.

Gejala lain yang dapat muncul saat menderita gangguan bipolar, seperti:

1. Perasaan gelap, putus asa, lelah, dan kesedihan luar biasa

2. Insomnia atau kurang tidur

3. Merasa cemas akan hal yang kecil

4. Penurunan dan kenaikan badan

5. Tidak mampu bekerja ataupun menghadapi kehidupan

Dalam kasus yang lebih parah, penderita akan melakukan hal yang tidak wajar ataupun berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Pada keadaan ini, seseorang bisa mengalami psikosis, yaitu suatu keadaan yang membuat orang tidak bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan.

Sebagai contoh, mereka yang mengidap bipolar mungkin memiliki kepercayaan diri yang tinggi, merasa dirinya terkenal, atau memiki koneksi sosial dan kekuatan khusus. Dalam fase ini mungkin pengidap bipolar percaya bahwa ia telah melakukan kejahatan.

Gejala lain dari psikosis adalah delusi, yaitu keyakinan salah dan halusinasi yang membuat penderitanya mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada. Anak-anak dan remaja dengan gangguan bipolar cenderung mudah marah, suasana hatinya berubah dengan cepat, agresif, dan perilaku yang tidak terkontrol.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)