Jumat, 08 Nov 2019 10:11 WIB

Sering Dikira Menstruasi, Kenali 9 Penyebab Perdarahan Saat Hamil

Nurul Khotimah - detikHealth
Ilustrasi ibu hamil. Foto: iStock Ilustrasi ibu hamil. Foto: iStock
Jakarta - Saat hamil sering kali terjadi pendarahan terutama pada trimester pertama atau sekitar 12 minggu kehamilan. Tidak semua pendarahan perlu dikhawatirkan, tetapi bisa berakibat fatal jika tidak dikenali sejak dini.

Untuk itu perlu kenali penyebab dan tanda-tandanya. Berikut penyebab pendarahan saat hamil dirangkum dari Web MD:


1. Pendarahan Implantasi
Pendaran jenis ini biasanya kurang disadari oleh ibu hamil karena sering dianggap sebagai waktu menstruasi. Faktanya bercak ini bisa menjadi tanda awal kehamilan. Biasanya pendarahan ringan ini berlangsung selama 6-12 hari setelah pembuahan. Sehingga wajar jika masih banyak wanita yang belum menyadari masa kehamilannya.

2. Keguguran
Pendarahan pada trimester pertama tidak selalu berarti keguguran. Bahkan jika detak jantung yang terlihat dengan USG, lebih dari 90 persen wanita yang mengalami pendarahan saat trimester pertama tidak akan keguguran. Namun, gejala keguguran sendiri adalah kram perut di bagian bawah dan jaringan yang melewati vagina.

3. Kehamilan Ektopik
Ini adalah kondisi ketika embrio yang dibuahi tumbuh di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Jika embrio terus tumbuh, itu dapat menyebabkan tuba falopi pecah, yang dapat mengancam jiwa ibu. Gejalanya kram perut dan sakit kepala ringan.

4. Kehamilan Molar
Kehamilan semacam ini adalah kondisi di mana jaringan abnormal tumbuh di dalam rahim dan bukan bayi. Jaringan ini biasa ditemukan pada kasus kanker yang menyebar di rahim. Gejalanya mual dan muntah yang parah, serta pembesaran rahim yang cepat. Pemicu pendarahannya adalah perubahan serviks dan infeksi serviks sehingga darah mengalir ke serviks.


5. Placenta Previa
Kondisi ini terjadi ketika plasenta terletak rendah di dalam rahim dan sebagian atau seluruhnya menutupi pembukaan jalan lahir. Namun plasenta previa yang berdarah, yang tidak menimbulkan rasa sakit, adalah keadaan darurat yang membutuhkan perhatian medis segera.

6. Solusio Plasenta
Tanda dan gejala lain dari solusio plasenta adalah nyeri perut, gumpalan dari vagina, rahim lunak, dan nyeri punggung. Pendarahan ini sangat berbahaya bagi ibu dan bayi.

7. Pecahnya Uterus
Pecahnya uterus bisa disebabkan karena adanya luka bekas operasi Caesar sebelumnya. Pecahnya uterus dapat mengancam jiwa, dan membutuhkan operasi caesar darurat. Gejala lain dari ruptur uteri adalah nyeri dan nyeri tekan di perut.

8. Vasa Previa
Dalam kondisi ini pembuluh darah bayi yang berkembang di tali pusar atau plasenta melintasi lubang ke jalan lahir. Tanda-tanda dari vasa previa termasuk detak jantung janin yang tidak normal dan perdarahan yang berlebihan.

9. Persalinan Prematur
Di akhir kehamilan biasanya akan terjadi pendarahan vagina untuk pertanda siap melahirkan. Namun jika pendarahan dimulai sebelum 37 minggu kehamilan bisa jadi ini tanda pendarahan persalinan premature. Gejalanya termasuk kontraksi, keputihan, tekanan perut, dan sakit di punggung bagian bawah.



Simak Video "Teman Bumil Rilis Buku soal Kehamilan dan Parenting Tanpa Galau"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)