Rabu, 13 Nov 2019 13:03 WIB

Prinsip Low Cost High Quality RSUD Tulungagung yang Jadi RS Terbaik Dunia

Firdaus Anwar - detikHealth
RSUD Tulungagung dinobatkan jadi RS terbaik dunia. (Foto: Instagram RSUD dr Iskak Tulungagung) RSUD Tulungagung dinobatkan jadi RS terbaik dunia. (Foto: Instagram RSUD dr Iskak Tulungagung)
Jakarta - RSUD dr Iskak Tulungagung dinobatkan sebagai rumah sakit (RS) terbaik di dunia versi International Hospital Federation (IHF). Menurut Direktur Utama RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto, pihaknya menerapkan prinsip low cost high quality lewat pengembangan aplikasi Public Safety Centre (PSC).

Lewat aplikasi PSC masyarakat Tulungagung dapat dengan cepat menerima bantuan medis atau polisi terdekat dalam keadaan darurat. Hal ini bisa dicapai berkat integrasi sistem berbagai lembaga yang ada di Tulungagung.

"Karena orang sakit jantung perlu setengah jam sampai satu jam bisa meninggal, kita ambil cepat kan kayak Gojek persis. Ambulans di wilayah Tulungagung yang sedang lewat dia lah yang dapat penugasan paling pertama. Untuk segera diambil ditolong duluan, misalnya dikejut jantung atau apa kasih obat langsung bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit nggak usah nunggu, karena mengancam nyawa respons time kami 0 menit. Itu janji layanan publik," ungkap dr Supriyanto saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.


Masyarakat juga dapat membeli obat generik lewat aplikasi. Penggunaan obat generik didorong ketika manfaat serta kualitasnya sama dengan obat paten sehingga pembiayaan bisa ditekan serendah mungkin dan minim risiko tindakan yang dapat menimbulkan kerugian.

"Di mindset orang itu kan kalau obat paten itu lebih baik dari obat generik, itu kan ada pembodohan masal. Nggak ada itu, orang sama persis, jadi saya harus melawan itu. Kalau kita pake generik semua itu kan low cost," jelas dr Supriyanto.

Inovasi RSUD Tulungagung yang sudah berjalan sejak tahun 2015 ini sebetulnya sudah dilirik oleh Kementerian Kesehatan. Kala itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta agar konsep RSUD Tulungagung bisa menjadi role model dan diimplementasikan di rumah sakit seluruh Indonesia.

"Hasil kesimpulan, Ibu Menkes dan staf ahli bahwa memang nanti akan dikaji di Litbang Kemenkes kemudian untuk dirumuskan menjadi sebuah kebijakan supaya bisa direplikasi di seluruh Indonesia," pungkas dr Supriyanto.



Simak Video "Anjing Penghibur yang Bikin Pasien Kembali Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)