Rabu, 13 Nov 2019 16:27 WIB

Kesemutan dan Nyeri Dada Biasa Vs Gejala Serangan Jantung, Ini Bedanya

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Serangan jantung bisa ditandai dengan kesemutan di dada seperti dialami Djaduk Feriyanto (Foto: Getty Images) Serangan jantung bisa ditandai dengan kesemutan di dada seperti dialami Djaduk Feriyanto (Foto: Getty Images)
Jakarta - Seniman multitalenta Djaduk Ferianto menghembuskan napas terakhir akibat serangan jantung pada Rabu dini hari (13/11/2019). Dirinya sempat mengeluh dada kesemutan sebelum meninggal dunia.

Salah satu tanda adanya serangan jantung ialah keluhan rasa tidak nyaman pada dada yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah. Menurut dokter spesialis jantung Mayapada Hospital Lebak Bulus dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, dada kesemutan atau nyeri dada mempunyai dua tipe, yakni nyeri dada yang khas (tipikal) dan nyeri dada tidak khas (atipikal).

Pada nyeri dada tipikal, gejala yang muncul adalah dada terasa berat seperti ditindih yang menjalar ke lengan, leher, hingga punggung. Nyeri dada ini dapat muncul karena stres dan bisa diatasi dengan beristirahat.

"Jika serangan jantung biasanya diikuti oleh rasa mual dan keringat dingin yang berlebihan," kata dr Ayuthia pada Rabu (13/11/2019).



Hal tersebut berbeda dengan nyeri dada atipikal yang biasa terjadi pada pasien-pasien orang tua, diabetes, atau pasien wanita. Ketika mengalami nyeri, dr Ayuthia mengimbau sebaiknya pasien segera dibawa ke dokter. Sebab nyeri dada juga bisa terjadi akibat aktivitas lambung, otot rangka, dan lainnya.

"Nah, karena serangan jantung itu silent killer, sebaiknya check-up jantung setahun sekali untuk melihat kondisi jantung," sarannya.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)