Rabu, 13 Nov 2019 17:00 WIB

Kena Diabetes di Usia Muda, Begini Cerita Penderita Jaga Pola Hidup

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: Akfa Nasrulhak Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - Diabetes tak melulu diakibatkan karena faktor keturunan. Karena pada dasarnya, diabetes adalah kondisi di mana insulin (hormon yang membantu metabolisme gula) tidak bekerja dengan seharusnya, sehingga kadar gula di dalam darah melebihi batas normal. Hal ini bisa terjadi mulai dari faktor gaya hidup hingga kondisi medis tertentu.

Hidup dengan diabetes atau menjadi diabetisi (penyandang diabetes) tentu tidak mudah. Ada berbagai persoalan yang tidak dihadapi oleh mereka dengan gula darah normal. Salah satunya Sekar (31) yang berbagi kisah tentang pengalaman hidupnya sebagai penyandang diabetes.

"Saya salah satu penyandang diabetes. Jadi ketika umur 27 tahun, saya terdiagnosa diabetes. Sekarang saya sudah 31 tahun, jadi sudah 4 tahun saya terdiagnosa diabetes," ujar Sekar dalam acara media breafing kampanye 'Lawan Diabetes Bersama Dia' oleh Diabetasol Jakarta, Rabu (13/11/2019).


Meski begitu, Sekar tampak sehat dan bugar tak mencirikan dirinya penyandang diabetes. "Bahkan ketika saya bilang ke orang-orang, saya punya penyakit gula lho. Pastinya mereka bilang masa sih," ujarnya.

Sekar pun membagi cerita awalnya terdiagnosa sebagai penyandang diabetes. Saat hamil di usia 27 tahun, ia mengaku sering merasa haus dan lapar. Padahal, ia juga sering minum dan makan, namun tidak berdampak menghilangkan rasa lapar.

"Waktu itu pas lagi hamil ada gejalanya haus terus, rasa hausnya itu tidak hilang-hilang, kayak di padang gurun. Walaupun sudah minum, tapi rasanya kering di kerongkongan. Terus saya juga selalu lapar, lapar terus. Saya pikir orang hamil wajar lah lapar terus. Tapi dihitung-hitung sekitar 10 kg saya kehilangan berat badan saat hamil itu. Harusnya kan hamil berat badan bertambah, ini malah berkurang drastis," bebernya.

Selain itu, pasca melahirkan, Sekar juga menemukan tanda-tanda lainnya, seperti banyaknya semut merah di toilet, hingga seringnya buang air kecil di malam hari. Hingga akhirnya ia konsultasi ke dokter, dan mendapat diagnosa positif terkena diabetes.

"Awal-awal saya menolak dengan diagnosa itu, saya bilang nggak mungkin karena nggak ada riwayat keluarga, pola hidup sehat juga benar nggak suka minum minuman manis dan segala macam. Ternyata, menurut dokter bisa, karena diabetes itu bukan hanya turunan karena bisa terjadi akibat infeksi," ujarnya.

Setelah ia menyadari mengalami diabetes, ia pun mengatur pola hidup sehat. Meskipun tak terlalu ketat, paling tidak hal-hal kecil dan rutin dilakukan membuatnya bisa waspada dan tidak terjadi komplikasi diabetes.

"Pola makan saya seperti orang pada umumnya. Cuma saya lebih membatasi karbohidrat dan gula-gula yang saya konsumsi. Saya juga biasa melakukan olahraga setiap hari, khususnya di pagi hari. Kayak jalan pagi selama 30 menit berkeliling," ujar Sekar

"Untuk pola makannya, saya harus beberapa kali konsultasi karena akan dihitung berapa kalori yang harus dimasukkan dan nutrisi lain segala macam. Awalnya saya ukur, tapi karena ini penyakit tahunan lama-lama saya pintar sendiri. Kira-kira makan saya segimana," tambahnya.


Selain itu, Sekar juga menekankan untuk menjaga camilan agar gula darah tidak tiba-tiba rendah atau disebut hypoglikemi. Kondisi ini bisa saja menyebabkan seseorang mengalami gangguan fungsi otak.

"Camilan juga harus, karena kalau tidak ngemil bisa gula rendah. Karena saya juga pernah mengalami gula rendah. Minimal sekali dalam sehari mengalami hypoglikemi (gula darah rendah), cuman tidak parah. Kalau malam juga suka ngedrop, jadi saya suka minum susu sebelum tidur. Kalau tidak, biasanya kan penyandang diabetes waktu kritisnya jam 2 malam. Nah, kalau kita minum susu sebelumnya, insyaallah tidak akan terjadi hypoglikemi di saat jam itu," pungkasnya.

Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)