Rabu, 13 Nov 2019 19:01 WIB

Siapa Saja yang Berisiko Kena Serangan Jantung? Cek di Sini

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi Sakit Jantung. (Foto: shutterstock) Ilustrasi Sakit Jantung. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Djaduk Ferianto, salah satu seniman Indonesia yang juga adik Butet Kertaredjasa meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (13/11) pukul 02.30 WIB dini hari tadi dan akan dimakamkan di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul.

Berdasarkan penuturan kakaknya, Otok Bima Sidharta, Djaduk meninggal karena serangan jantung.

"Katanya istrinya (Djaduk meninggal) jam 03.00 WIB karena serangan jantung," katanya.

Sebelumnya, Djaduk tidak pernah mengeluh soal kesehatannya, terutama yang berkaitan dengan jantung. Padahal, yang sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena penyakit jantung adalah kakaknya, Butet Kertaredjasa.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.


1. Riwayat keluarga

Faktor risiko serangan jantung dapat berasal dari riwayat keluarganya. Jika ada saudara kandung, orang tua, bahkan nenek atau kakek yang mengidap penyakit ini, mungkin orang tersebut akan lebih berisiko tinggi mengalami serangan jantung.

2. Usia

Faktor risiko umur ini berbeda pada pria dan wanita. Pada pria, lebih cenderung mengalami serangan jantung di usia 45 tahun ke atas. Sementara pada wanita rentan di usia 55 tahun. Semakin bertambahnya usia, dapat meningkatkan risiko otot jantung melemah dan menebal.

Selanjutnya
Halaman
1 2