Sabtu, 16 Nov 2019 14:13 WIB

Psikotropika Dijual Online, Dokter Jiwa Ingatkan Risiko Putus Obat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Contoh obat stimulan yang dijual bebas online. (Foto: Tangkapan layar) Contoh obat stimulan yang dijual bebas online. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta - Beredar bebasnya obat psikotropika di toko-toko online, membuat para dokter khususnya spesialis kejiwaan merasa khawatir. Keadaan ini dapat memberikan efek buruk bagi orang yang mengkonsumsinya, jika tanpa arahan dari dokter yang bersangkutan.

Salah satu psikiater di Klinik Psikosomatik RS OMNI, dr Andri, SpKJ, FACLP, menjelaskan bahwa jika psikotropika ini bisa didapatkan secara bebas, efeknya bisa menimbulkan berbagai permasalahan.

"Dengan dijual secara bebas, bisa saja orang yang mungkin malas untuk berobat ke dokter jiwa, kemudian mereka mencoba-coba mengobati dirinya sendiri tanpa ada arahan yang benar," jelasnya kepada detikcom, Jumat (15/11/2019).

Hal ini bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan orang yang mencobanya. dr Andri memberikan contoh seperti psikotropika golongan IV yaitu Benzodiazepines. Obat ini memiliki potensi ketergantungan hingga reaksi putus obat.


"Contoh obat Benzodiazepines itu. Obat itu punya potensi seperti ketergantungan, dosis yang dibutuhkan bisa meningkat, atau mengalami reaksi putus obat. Ini terjadi jika penggunaan obat itu dihentikan secara tiba-tiba, setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama dan tanpa pengawasan ketat dari dokter," tegasnya.

Menurut dr Andri, tindakan ini bisa saja dilakukan oleh orang yang ingin mengobati dirinya sendiri. Padahal, sebelumnya orang itu belum pernah berkonsultasi ataupun melewati proses terapi dengan dokter yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu, dr Andri juga aktif memberikan edukasi terkait penyakit ataupun obat yang digunakan dalam dunia kejiwaan. Ini bertujuan agar tidak ada orang yang berani mencobanya tanpa ada arahan dari ahlinya.

"Ini yang menjadi alasan saya untuk sering memberikan edukasi melalui berbagai sosial media yang saya miliki. Tujuannya apa, ya itu untuk mengingatkan teman-teman agar tidak sembarangan dalam menggunakan obat jenis psikotropika ini. Dan yang paling penting, harus ada arahan atau didampingi oleh dokter yang menanganinya," imbuh dr Andri.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)