Senin, 18 Nov 2019 05:30 WIB

Mitos-mitos Stroke Ini Menyesatkan Tapi Masih Saja Dipercaya

Michelle Natasya - detikHealth
Beragam hoax seputar stroke masih banyak beredar (Foto: detikHealth) Beragam hoax seputar stroke masih banyak beredar (Foto: detikHealth)
Jakarta - Saat ini penyakit stroke merupakan penyebab kematian nomor satu baik di dunia maupun di Indonesia. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan nomor satu di dunia.

Namun dalam keseharian, masih banyak mitos-mitos yang beredar di masyarakat terkait penyakit stroke. Menurut dokter saraf dari rumah sakit Atma Jaya, Pluit, dr RR Josephine, SpS, mitos-mitos berikut seharusnya sudah ditinggalkan jauh-jauh karena terbukti menyesatkan:

1. Mitos: Menusuk jari dengan jarum bisa mencegah atau menyembuhkan stroke

Fakta: Pada intinya hal ini tidak benar. Tusuk jarum ini memang menstimulasi otak agar menimbulkan awareness pada otak. Namun Dr Josephine mengatakan, sterilisasi jarum menjadi isu utama ketika seseorang sembarangan menusuk jari pasien.

"Jangan sampai jarum yang digunakan kotor karena malah bisa infeksi tetanus. Lalu juga jangan sampai hal-hal ini dilakukan saat golden period dan memperhambat kita mencari pertolongan saat seseorang terkena stroke. Kalau nunggu nusuk-nusuk dulu baru cari bantuan ya ini bahaya bisa fatal," terangnya pada detikcom, Sabtu (16/11/2019).



2. Mitos: Dipijat, pasien stroke akan membaik

Fakta: Menurut dr Josephine, hal ini tidak sepenuhnya benar. Pijat-pijat memang baik untuk relaksasi, tapi tidak bisa untuk menyembuhkan.

3. Mitos: Keramas saat panas bisa kena stroke

Fakta: Hal ini juga kurang tepat. Menurut dr Josephine, kemungkinan bisa muncul stroke ini jika hal ini dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang. Tidak bisa sekali terjadi dan langsung stroke.

Ketika kepala panas dan terkena air dingin, terjadi ketidakseimbangan di daerah kulit kepala sehingga mempengaruhi pembuluh darah. Pembuluh darah bisa terjadi inflamasi atau peradangan jika terus menerus dilakukan. Ada kemungkinan munculnya plak di pembuluh darah menuju otak yang menyebabkan stroke.

"Jadi ya gak bisa langsung. Kalau jangka panjang terus-terusan ya mungkin," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)