Rabu, 20 Nov 2019 11:36 WIB

Mitos atau Fakta Minyak Hati Ikan Hiu Bisa Sembuhkan Kanker?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Penyakit kanker masih menjadi momok yang menakutkan bagi penderitanya. Sebabnya kanker menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia.

Berdasarkan data WHO tahun 2018, ada 3 besar kanker yang paling sering dialami yaitu kanker paru, kanker payudara dan kolorektal. Sedangkan ada 3 besar yang paling mematikan yaitu kanker paru, kanker kolorektal dan kanker lambung.

"Banyak faktor yang menjadi pemicu kanker. Mulai dari faktor genetik, gaya hidup yang tidak sehat seperti diet rendah serat, rendah sayur dan buah, merokok, berat badan berlebih, hingga terpapar lingkungan yang tidak sehat, seperti polusi udara dan lain-lain," ujar Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma dr Helmin Agustina Silalahi kepada detikHealth, baru-baru ini.


Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel. Mutasi genetik akan membuat sel menjadi abnormal. Sel tersebut membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang sehingga merangsang pengeluaran zat pertumbuhan. Dalam perkembangannya sel kanker dapat menyebar ke organ lain dengan cepat. Kanker disebut juga dengan tumor ganas.

Salah satu yang membuat kanker paru sangat ganas adalah gejalanya yang sulit dideteksi sehingga kebanyakan pasien baru bisa mengetahui saat stadium lanjut yang membuat pengobatannya juga kian sulit. Karena itu, menurut dr Helmin, perlunya deteksi dini kanker agar memiliki peluang untuk sembuh yang lebih besar.

"Jika diterapi dengan benar pada stadium sangat dini, kanker dapat disembuhkan. Sehingga deteksi dini kanker itu sangat penting, akan berbeda jika ditemukan sudah pada stadium lanjut," jelasnya.

Pengobatan kanker yang paling umum dilakukan saat ini ialah dengan pemberian obat-obatan kemoterapi, terapi radiasi serta pengangkatan sel kanker. Namun selain itu, ada juga metode pendukung lain untuk melawan sel kanker, yaitu dengan meminimalisir kerusakan pada sel-sel normal yang masih sehat, sehingga dapat mengurangi efek samping yang dihasilkan.

Penggunaan bahan alami dipercaya sebagai pilihan terbaik. Selain lebih mudah diserap oleh tubuh, bahan alami juga mengandung berbagai macam nutrisi yang lengkap. Salah satu bahan alami bersumber dari minyak hati ikan hiu.

"Minyak hati ikan hiu dapat menurunkan aktivitas 'Fibroblast Growth Factor' yang merupakan stimulator pertumbuhan sel tumor. Sehingga disimpulkan bahwa minyak hati ikan hiu memiliki efektifitas sebagai anti kanker," jelas dr Helmin.

Meski demikian, lanjut dr Helmin, minyak hati ikan hiu hanyalah sebagai supporting (suplemen). Pengobatan utama seperti operasi, radiasi dan kemoterapi tetap menjadi pengobatan utama.

"Angka kesembuhannya tentu tergantung jenis kanker dan stadiumnya saat dimulainya pengobatan," tambahnya.


Minyak hati ikan hiu memang sulit didapat, namun Anda tak perlu khawatir. Karena saat ini hadir minyak hati ikan hiu dalam suplemen kesehatan seperti H2 Shark Liver Oil.

Suplemen ini berbahan dasar minyak ikan hiu yang tidak dilindungi (Somnocius Microcephalus) dari perairan Greenland yang bebas merkuri. H2 Shark Liver Oil dari H2 Health & Happiness kaya akan Alkylglycerol 16-20% dan Squalene yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu membantu proses penyembuhan penyakit dengan merangsang sel pembunuh alami yang terdapat dalam tubuh manusia.

Selain itu, mengonsumsi 1-2 softgel per hari bagi orang dewasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu karena H2 Shark Liver Oil mengandung Alkylglycerols yang meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Simak Video "Calon Pengantin, Lakukan Ini Sebelum Nikah untuk Cegah Kanker Serviks"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)