Kamis, 21 Nov 2019 12:31 WIB

Goresan Tangan Anak Autis Saat Menggambar Bisa Tunjukkan Kondisi Emosi

Nurul Khotimah - detikHealth
Goresan saat menggambar bisa menunjukkan kondisi emosi (Foto: iStock)
Jakarta - Informasi mengenai pertolongan pada anak berkebutuhan khusus (ABK) masih sangat minim di Indonesia. Masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana melakukan pendekatan untuk mengembangkan anak dengan autisme. Salah satu cara yang dianggap efektif adalah dengan metode seni.

Pengenalan seni pada penyintas autisme dianggap sebagai metode yang baik dalam mengembangkan interaksi komunikasi pada anak tersebut. Melalui seni gambar misalnya anak dengan autism bisa menggambarkan emosi yang tengah ia rasakan.

Nuryanti Yamin, Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center mengatakan, semakin kuat tekanan pada goresan gambar yang dibuat bisa menjadi faktor peluapan emosi penyintasnya. Selain itu bisa jadi gambar yang kurang lengkap dan pemilihan warna bisa juga mewakili perasaannya.



"Kalau emosinya lagi nggak baik biasanya anak-anak dengan autism ini satu yang akan keliatan itu adalah atensi perilaku. Atensi ini gak akan panjang karena ada tergerusan emosi di situ kan," jelasnya saat ditemui detikcom di Mall Gandaria City, Rabu (20/11/19).

"Terus yang kedua udah pasti tekanan, udah pasti dia tekanannya jadi kuat sekali sehingga bisa jadi kertasnya bolong terus dia robek dia buang dan seterusnya," lanjutnya.

Penyintas autism perlu perhatian khusus untuk dapat mengontrol emosinya. Mengingat beberapa penyintas memiliki sifat yang hiperaktif sehingga sulit dikendalikan. Interaksi komunikasi yang juga jarang terjalin menjadikan peluapan emosi anak dengan autism tak mudah diketahui. Oleh karenanya media gambar ini bisa dijadikan sebagai media komunikasi mereka dalam menyampaikan apa yang sulit diungkapkan.



Simak Video "Ini Perbedaan Olahraga Aerobik dan Anaerobik"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)