Jumat, 22 Nov 2019 14:35 WIB

Pengakuan Dewi Hughes Soal Hipnoterapi yang Turunkan Bobotnya 90 Kg

Nurul Khotimah - detikHealth
Dewi Hughes berhasil menurunkan berat badan hingga 90 kg dengan diet hipnoterapi. Foto: detikhot
Jakarta - Dewi Hughes berhasil memukau warganet usai muncul dalam sebuah acara televisi. Kini wanita berusia 48 tahun tersebut tampil langsing, bugar, dan sehat, cukup berbeda dengan tampilan yang selama ini dikenal.

Dihubungi detikcom baru-baru ini, Dewi mengaku berhasil menurunkan berat badan dari 150 kg menjadi 59 kg. Ia memaparkan melakukan diet hipnoterapi, namun sebelumnya ia juga menjalani diet-diet sehat lainnya sejak dulu.

"Alhamdulillah saya kan berhasil menurunkan berat badan dari 150 sekarang jadi 59, alhamdulillah. Tapi awalnya gini, saya tuh awal diet sebenarnya diet sering ya dari zaman dulu namanya anak perempuan," jelas wanita bernama lengkap Desak Made Hugeshia Dewi tersebut, melalui pesan singkat.

Sejak kecil, Dewi menyebut tubuhnya memang sudah gemuk dan sering mendapat ejekan soal itu. Namun meski melakukan diet, ia tak melakukannya mati-matian. Baginya, big is beautiful dan ia merasa bahagia meski ia bertubuh gemuk dan ia juga jarang memeriksakan kesehatan ke dokter.



"Mungkin saya ketolong attitude saya yang santai bawannya happy gitu ya. Tapi ketika memasuki usia 45 happy-nya punya limit untuk nolong badan saya, dia kelelahan dan keberatan akhirnya sakit dan saya mulai ke dokter itu suntik pain killer. Jadi saya cari cara cepat yang jelas kepala, pundak, lutut, kaki sakit semua. Jadi saya bilang ke dokter 'Dok kasi saya suntikan besok saya mau show' jadi alhamdulillah dulu dikasi suntikannya," papar Dewi.

Namun setelah dua tahun, Dewi menyebut suntikan tersebut tak berefek. Malah suatu hari, ia tak bisa bergerak dan bahkan tak bisa bangun dari tempat tidur. Di situlah ia mulai berpikir bahwa ia tidak ingin meninggal dan harus melakukan sesuatu agar tak hidup membebani orang lain.

"Alangkah tidak menyenangkannya orang lain menganggap kita beban dan kita tidak bisa berfungsi tidak punya arti untuk orang lain. Tidak bisa ngajar. Saya seneng ngajar ya seneng bicara gitu, I love teaching. Saya nggak kebayang kalo saya nggak bisa ngajar, I will be so lonely," imbuhnya lagi.

Ia mulai mencari segala cara lain untuk berubah. Dewi mengaku terinspirasi dari masyarakat di suatu kota di negara China yang berumur panjang dan sehat serta aktif. Ia menemukan hal yang menarik, yakni pola berpikir masyarakat tersebut yang berbeda, yakni tak pernah mengeluh.



Masyarakat di kota tersebut, lanjutnya, mampu menata pikiran mereka dan tak membuat kesalahan atau kesedihan dan memori masa lalu menjadi pengaruh berpikir negatif. Dewi merasa mirip dengan pelajaran hipnoterapi yang pernah ia pelajari saat kuliah dan sempat praktik terapi orang lain.

Ia berpikir, jika ia bisa melakukan terapi pada orang lain, mengapa ia tak bisa terapi diri sendiri. Ia teringat pernah ada seorang ibu yang memuji praktik terapi hipnoterapinya yang bagus, dan mengapa ia tak bisa melakukan ke dirinya sendiri untuk membuat dirinya lebih langsing.

"Meskipun saya agak sakit hati, tapi bener juga ilmunya, kenapa nggak saya manfaatkan. Akhirnya di tempat itulah saya mulai mencari formula hipnoterapi apa yang saya butuhkan, dan muncullah ide dari beberapa pelajaran saya kemudian saya gabung dengan apa yang saya makan," katanya lagi.

Sejak saat itu, Dewi menerapkan diet hipnoterapi pada dirinya sendiri dan mengatur makannya dengan memakan makanan asli alias real food. Ia menghindari makanan olahan dan memilih yang organik. "It's not just about the food, it's more about the mind," tutupnya.



Simak Video "Mengenal CrossFit, Olahraga yang Digemari Ashraf Sinclair"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)