Jumat, 22 Nov 2019 17:38 WIB

Menkes Belum Ambil Sikap Soal Vape, IAKMI: Harusnya Negara Hadir

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi vape. Foto: Shutterstock
Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto belum mau mengambil sikap tegas terkait pro kontra keberadaan vape atau rokok elektrik di Indonesia. Hal ini sebelumnya menjadi perbincangan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut akan segera mengeluarkan larangan karena vape terbukti mengandung bahan berbahaya.

"Nanti kita menampung dari semua lapisan masyarakat, apa yang mereka ini kan. Jangan malah menjustifikasi sesuatu untuk hal yang belum jelas," kata Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/11/2019), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Terkait hal tersebut Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menyayangkan sikap Menkes Terawan. Dengan sikap pemerintah yang tidak pasti maka hal ini bisa berdampak akan membuat masyarakat semakin bingung.



"Di negara manapun memang not enough scientific evidence bukan cuma di Indonesia. Di seluruh jagat raya ini. Kemudian beberapa negara mengambil sikap untuk melarang (rokok elektrik) atas prinsip kehati-hatian," kata Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau IAKMI Widyastuti Soerojo saat ditemui dalam acara press briefing di The Akmani Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

"Yang kita khawatirkan untuk Indonesia adalah double burden. Anak-anak yang tidak sadar, masyarakat yang enggak engeh itu dibebani sesuatu yang seharusnya dilindungi negara," lanjut wanita yang akrab disapa Tuti ini.

Beberapa negara seperti Singapura, Thailand, Korea Selatan, Turki, hingga yang paling baru Filipina dicontohkan oleh Tuti, bertindak tegas terhadap rokok elektrik karena otoritasnya berani mengambil sikap. Indonesia disebut bisa mengambil contoh dari negara-negara ini.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)