Jumat, 22 Nov 2019 19:08 WIB

Hati-hati, Menyetir Terlalu Lama Pakai Mobil Matic Bisa Bahayakan Nyawa

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Menyetir terlalu lama ternyata berbahaya (Foto: Thinkstock) Menyetir terlalu lama ternyata berbahaya (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Menyetir menggunakan mobil matic mungkin terlihat lebih santai. Namun di balik itu ternyata justru menyimpan bahaya kesehatan apabila dilakukan terlalu lama.

Dilaporkan Times of India, hal ini dialami oleh Saurabh Sharma dari Delhi, India. Pria berusia 30 tahun ini nyaris meninggal setelah kaki kirinya tak bisa bergerak setelah menyetir mobil matic pulang-pergi dari Delhi ke Rishikesh yang membutuhkan waktu 10 jam.

Hal ini menyebabkan pembuluh darah di kaki kirinya tersumbat atau ia mengalami kondisi yang disebut deep vein thrombosis (DVT). Sumbatan tersebut akhirnya menuju ke paru-paru melalui aliran darah sehingga menyebabkan embolisme paru, atau sumbatan di salah satu arteri paru karena gumpalan darah sehingga mengurangi aliran darah ke organ-organ vital, termasuk jantung dan otaknya.



Sharma dilaporkan mengalami kesulitan bernapas lalu tak sadarkan diri dan pingsan. Ia menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit dan menunjukkan bahwa tekanan darah dan denyut jantungnya cukup rendah sampai tak bisa terekam dan diduga mengalami serangan jantung atau cardiac arrest.

CPR atau pertolongan pertama dilakukan tanpa henti selama 45 menit pada Sharma. Mesin EKG menunjukkan bahwa bilik kanan Sharma melebar, meski ia tak punya riwayat penyakit jantung.

"Oleh karena itu kami mengeksplor lebih jauh untuk menemukan penyebab dari kondisi fatalnya ini dan ternyata terungkap bahwa ada DVT di kaki kirinya yang akhirnya menyebabkan embolisme paru," tutur Dr Naveen Bhamri, kepala departemen kardiologi yang menangani Sharma.

Ia juga menyatakan bahwa memberikan beberapa obat dalam dosis normal untuk meningkatkan tekanan darahnya. Akhirnya setelah 24 jam, Sharma kembali sadarkan diri dan tekanan darahnya menjadi stabil.

Sayangnya akibat tekanan darah yang rendah dalam waktu yang lama, ginjalnya tak berfungsi dengan baik. Maka ia harus menjalani terapi lanjutan pengganti ginjal. Menurut Dr Yogesh Kumar Chhabra, nefrolog dari rumah sakit yang sama, merupakan keajaiban Sharma bisa selamat dan menjadi pesan bagi orang-orang yang biasa menyetir dalam waktu lama, setidaknya untuk mengambil istirahat sesekali.



Simak Video "Keren! Alat Pendeteksi Pembuluh Darah Karya Mahasiswa Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)