Sabtu, 23 Nov 2019 15:12 WIB

Apa Sih 'Real Food' dalam Diet Hipnoterapi yang Dijalani Dewi Hughes?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Dewi Hughes yang konsumsi real food dan hipnoterapi demi bisa sehat dan lebih langsing. Foto: YouTube Official Trans7 Dewi Hughes yang konsumsi real food dan hipnoterapi demi bisa sehat dan lebih langsing. Foto: YouTube Official Trans7
Jakarta - Bikin pangling, Dewi Hughes kini tampil langsing dan sehat berkat diet hipnoterapi yang ia jalankan. Ia berhasil menurunkan bobot sebanyak 90 kg dengan melakukan diet hipnoterapi pada dirinya sendiri.

Dewi juga menyebut ia hanya makan real food. Yang dimaksud real food menurutnya adalah semua yang tumbuh di bumi dan disinari matahari, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan. Selain itu ia masih makan daging dan telur yang organik.

"It's not just about the food, it's more about the mind. Jadi saya sering bilang kunci dari diet ini adalah hati yang bahagia, hati yang tenang dan damai. Jadi hipnoterapinya dibawa kesitu dulu," kata Dewi saat berbincang dengan detikcom melalui pesan singkat, baru-baru ini.

Ia mencontohkan misalnya ada orang yang ingin dibantu agar bisa berhenti makan nasi. Menurutnya, tidak perlu dipaksa untuk berhenti, usai hipnoterapi yang ia lakukan biasanya orang tersebut akan berhenti makan nasi dengan sendirinya.


"Nanti kalau belum mau berhenti, nanti di situ kita reframe, kita ubah menjadi apa gitu, tergantung. Kan ada karakter orang yang senangnya diubah misalnya diganti jadi apa, nasi diubah jadi sesuatu yang nggak bisa dimakan. Jadi batu bata, ngeliatnya nggak pengen dong. Oh iya itu nggak bisa dimakan, itu buat bangun rumah," jelas wanita berusia 48 tahun ini.

"Atau biasanya gini, orang nggak suka sayur saya akan bantu dia suka banget sama sayur dengan mengganti sayur itu dengan buah yang sangat dia sukai. Jadi ngeliat sayur itu seperti buah yang dia sukai," imbuh dia lagi.

Ia mengistilahkan metode dan proses ini dengan mind tricking, sehingga kita tak bisa membedakan mana yang real mana yang tidak. Apalagi pikiran bawah sadar kita yang membantu tubuh menjadi habitual body.

Sehingga proses ini akan berjalan otomatis, misal saat ia melakukan workship atau bahkan saat ia menerapi dirinya sendiri. Yang Dewi lakukan adalah mengganti persepsinya terhadap makanan-makanan yang tidak perlu ia makan.

Misalnya, ia tak memerlukan gula yang berarti adalah gula yang tidak dimasak dalam makanan kemasan, yang memakai pengawet. Jadi ia menggantinya dengan gula alami misalnya dalam buah-buahan seperti kurma, madu, semangka, nanas, ataupun apel.

"Kita ini dikasih Allah makanan manis banyak banget. Ada fruktosa yang jauh lebih bagus dari pada kita pake glukosa, kalo fruktosa kan dia lebih lama untuk naik ke badan dan bikin kita ngantuk, jadi jarang kalo kita makan buah kita ngantuk tapi kalo makan nasi kita langsung ngantuk karena glukosanya tinggi," ujarnya.


Ia menamakan dietnya dengan diet 'Kenyang' karena ia makan tiap dua jam sekali. Kemudian dalam buku yang ia terbitkan, ia juga memberikan resep-resep untuk ngemil, karena dia suka ngemil di antara jam makan, namun ngemil ini tidak akan membuat gemuk. Resep cemilan yang ia buat tidak mengandung gluten, garam, minyak, tapi tetap memastikan rasanya akan menggoda selera.

"Mungkin kalau saya bilang, mungkin udah dihipno kali ya (jadi) makanan saya jauh lebih enak daripada makanan-makanan yang dijual diluar jadi itu yang saya bilang. Jadi terserah deh apa yang Anda bilang mau diet kenyang diet ini itu punya siapa, yang penting the mind," ujar Dewi.

Mengubah mindset untuk menjadi berpikir lebih tenang, mendamaikan hati, dan mendamaikan diri sendiri akan membantu kita mengenal diri kita sendiri seutuhnya. Dewi juga menyebut dengan begitu kita bisa berbahagia dan menerima apa adanya diri kita sendiri, baik dengan diri kita sendiri dan memudahkan kita untuk bersyukur.

"Saya suka bilang sama temen-temen kalau mau mulai diet ini sederhana banget, tinggal tarik nafas, senyum, terus dari situ terima kasih sama Tuhan untuk hidup yang saya punya sekarang. Nah dari situ baru bisa mulai. Jadi kuncinya bukan mau langsing, tapi sehat, bahagia, langsing itu bonus! Hehehe," pungkasnya.



Simak Video "Hati-hati! Nyinyir di Medsos Tanda Kamu Kurang Empati"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/kna)