Minggu, 24 Nov 2019 06:47 WIB

Terpopuler Sepekan: Dicari, Pengisap Ganja Profesional Gaji Rp 500 Juta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Di beberapa negara, sudah banyak mulai melegalkan ganja baik untuk tujuan medis ataupun rekreasi. (Foto: Thinkstock) Di beberapa negara, sudah banyak mulai melegalkan ganja baik untuk tujuan medis ataupun rekreasi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penggunaan ganja masih cukup kontroversi. Meski demikian, di beberapa negara, sudah banyak mulai melegalkan ganja baik untuk tujuan medis ataupun rekreasi.

Di Indonesia sendiri, ganja masih ilegal dan termasuk ke dalam jenis obat-obatan terlarang. Tak tanggung-tanggung, pemilik dan penggunanya bisa dijerat pasal hukum.

Berbeda dengan Amerika Serikat, yang sudah sejak lama melegalkan ganja untuk tujuan medis. Karenanya tak heran di sana banyak profesi yang berkaitan dengan ganja.

Salah satu yang terpopuler belakangan ini adalah pengisap dan penguji ganja profesional. Gaji yang ditawarkan pun sangat menggiurkan yakni sekitar Rp 42 juta per bulan atau Rp 500 juta setahun.


"Semua orang tergila-gila dengan rokok ganja. Bisa dibayar untuk melakukan hal tersebut membuatnya jadi semakin menarik," kata Dwight Blake, pencari penguji ganja, mengutip The Sun.

Meski demikian, pekerjaan ini lebih dari sekedar pengisap ganja. Sebab kandidiat juga dituntut memiliki pengetahuan luas seputar ganja.

Situs AmericanMarijuana.org yang mencari pengisap ganja profesional juga berfokus pada penggunaan ganja medis. Memang menurut penelitian ada beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan ganja seperti kanker, multiple sclerosis, penyakit jiwa, epilepsi, dan nyeri kronis.



Simak Video "Buka Lowongan! Penguji Ganja Profesional Dibayar Rp 500 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)