Rabu, 27 Nov 2019 12:57 WIB

Tanggapan Dokter Soal Viral Tes Dempetkan Kuku Ungkap Risiko Kanker Paru

Widiya Wiyanti - detikHealth
Tes Schamroth window. Foto: detikHealth
Jakarta - Menjadi viral, tes mendempetkan kuku jari telunjuk tangan kanan dan kiri bisa mengungkapkan risiko kanker paru. Tes tersebut disebut 'Schamroth window test'.

Jika saat didempetkan ada celah berbentuk kristal di bagian atas kuku, diartikan normal. Namun jika tidak bercelah, diartikan ada masalah pada paru-paru, salah satunya kanker paru.

Hal tersebut pun ditanggapi oleh dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP. Menurutnya, tes tersebut merupakan tes untuk membuktikan hipoksia kronik akibat kerusakan paru kronik. Hipoksia merupakan suatu kondisi di mana tubuh Anda memiliki kadar oksigen yang berada di bawah batas normal atau di bawah 70 persen.



"Tidak semata kanker paru. Kami tak pernah andalkan (tes itu) lagi," ujarnya kepada detikcom, Rabu (27/11/2019).

Tes itu disebut dr Frans, digunakan pada saat teknologi belum secanggih sekarang ini. Untuk menentukan hipoksia dengan mengukur kadar atau kepekatan oksigen dalam tubuh bisa menggunakan oksimeter.

dr Frans mengingatkan, untuk mendeteksi kanker paru tidak dengan menggunakan tes semacam itu, namun dengan CT scan. "Cuma CT scan dengan kontras yang bisa menjelaskan ada tidaknya tumor/kanker paru," tegasnya.



Simak Video "Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)