Kamis, 28 Nov 2019 07:34 WIB

Hati-hati! Risiko Kerusakan Paru Membayangi Perokok dan Pengguna Vape

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ilustrasi kerusakan paru-paru. Foto: iStock Ilustrasi kerusakan paru-paru. Foto: iStock
Jakarta - Penyebab utama dalam terjangkitnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan menghirup asap dalam jumlah yang banyak dalam siklus yang sering. Seperti halnya menghirup asap kendaraan bermotor, polusi udara, bahkan hingga asap yang ditimbulkan dari kegiatan masak-memasak.

Namun, yang menjadi sorotan lebih mendalam dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis ini adalah bagi perokok. Karena aktivitas merokok lebih sering dilakukan secara berulang-ulang tidak hanya dalam kurun waktu yang sebentar, bahkan hingga bertahun-tahun.

"Contohnya gini, orang kalau gak pakai sepatu lalu jalan terus, kakinya akan jadi seperti apa? Tebalkan, itu sama halnya seperti iritasi pada PPOK. Maka gak bisa dilihat dari setahun, dua tahun, karena merokok itu akan terus dilakukan hingga bertahun-tahun sampai 10 tahun, 20 tahun, hingga terdeteksi terjangkit PPOK," jelas Prof dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K) saat konferensi pers peringatan hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis, di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta Timur, Selasa (26/11/2019).



Tidak hanya perokok konvensional yang menjadi sorotan, melainkan juga perokok elektronik contohnya vape.

"Kalau rokok konvensional itu karena sudah lama dan sudah dipelajari maupun diteliti, serta sudah terbukti menjadi penyebab PPOK, sedangkan rokok elektronik masih dilakukan penelitian serta dipelajari, namun potensi itu tetap ada," ucap Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menambahkan.

Sama halnya dengan rokok, diketahui vape juga mengandung nikotin serta zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan. Jika dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama, maka akan menjadi hal yang wajar vaping bisa menjadi salah satu penyebab PPOK.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)