Minggu, 01 Des 2019 08:22 WIB

Soal Pro Kontra Vape, Ini Komentar Dokter yang Juga Seorang Pengguna

Firdaus Anwar - detikHealth
dr Arifandi menghadiri kegiatan rontgen thorax pengguna vape. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth) dr Arifandi menghadiri kegiatan rontgen thorax pengguna vape. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta - Di Indonesia keberadaan rokok elektrik (vape) menjadi pro kontra karena berbagai alasan. Mereka yang menolak menyebut vape berbahaya untuk kesehatan sementara yang mendukung menganggap vape alternatif lebih baik dari rokok, alat bantu berhenti merokok.

Dua pandangan tersebut diyakini oleh dr Arifandi Sanjaya. Pria pengguna vape yang juga seorang dokter umum di Bandung ini tidak menyangkal kemungkinan muncul beberapa penyakit karena vape, namun demikian ia juga mengaku merasakan manfaatnya dalam mengurangi dampak buruk rokok.

Oleh karena itu menurut dr Arifandi perlu dilakukan langkah yang bijak mempertimbangkan masukan dari semua pihak.


"Coba libatkan kami juga para user, para pelaku industri. Saling ngobrol duduk bareng. Jadinya bisa keluar keputusan yang seenggaknya win-win solution enak buat kami, buat negara juga. Jadi semua lebih aman," kata dr Arifandi saat ditemui detikcom di Graha Hartika, Bekasi, Sabtu (30/11/2019).

"Gue pribadi enggak mempromosikan vape. Lebih mengedukasi temen-temen pengguna biar pemakaiannya lebih bertanggung jawab dan tahu vape itu apa," lanjut pria yang dikenal dengan sebutan Badass Doctor ini.

Sebelumnya diberitakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana melarang vape karena disebut memiliki bahan kimia berbahaya. Para pengguna rokok elektrik (vaper) bereaksi dengan kampanye pamer rontgen thorax untuk membuktikan paru-paru mereka baik-baik saja.

"Dari gue pribadi semua harus disajikan sesuai data. Jangan menjustifikasi dulu sebelum ada datanya," pungkas dr Arifandi mengomentari kisruh vape di Indonesia.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)